Ini Daftar Perguruan Silat Terbesar di Kota Kediri Berdasarkan Jumlah Anggota, PSHT Masih Berada di Puncak
Satriya Agung Prakoso• Sabtu, 5 Juli 2025 | 08:05 WIB
Menjelang Suro, PSHT akan menggelar pengesahan siswanya
JP Radar Kediri – Kota Kediri dikenal sebagai salah satu daerah dengan basis pencak silat yang kuat. Tercatat, ada sejumlah perguruan silat yang aktif dan terorganisasi di bawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kediri.
Ketua Umum IPSI Kota Kediri, Siswanto (66), menyampaikan bahwa hingga tahun 2025, terdapat 13 perguruan pencak silat yang telah terdaftar secara resmi di bawah koordinasi IPSI Kota Kediri.
"Semua perguruan ini sudah terdata dan aktif dalam kegiatan Latihan pencak silat dan kegiatan IPSI. Data jumlah anggota ini merupakan data di tahun 2025 yang kami himpun dari masing-masing perguruan," jelasnya saat ditemui.
Berikut ini adalah urutan perguruan silat di Kota Kediri berdasarkan jumlah anggotanya tahun 2025, dari yang paling sedikit hingga yang terbanyak:
Cipta Sejati – 30 anggota
Jiwa Suci – 45 anggota
Perisai Diri (PD) – 200 anggota
Waspada – 275 anggota
Tapak Suci (TS) – 325 anggota
Porsigal – 300 anggota
Ki Ageng Pandan Alas – 500 anggota
PPS BETAKO Merpati Putih – 500 anggota
Persinas ASAD – 875 anggota
Pagar Nusa (PN) – 1.200 anggota
GASMI – 2.000 anggota
IKSPI Kera Sakti – 3.000 anggota
Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) – 7.200 anggota
Dari data tersebut, PSHT masih memegang posisi sebagai perguruan dengan jumlah anggota terbanyak di Kota Kediri, diikuti oleh IKSPI Kera Sakti dan GASMI.
Keberadaan 13 perguruan yang resmi terdaftar menunjukkan bahwa pencak silat tetap menjadi salah satu budaya yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat Kota Kediri. Besarnya jumlah anggota dari masing-masing perguruan juga menjadi indikator kuatnya minat generasi muda terhadap bela diri tradisional ini.
IPSI Kota Kediri terus mendorong agar seluruh perguruan dapat berperan aktif dalam menciptakan suasana persaudaraan, menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas, serta menjadi bagian dari solusi atas maraknya konflik antar kelompok. Dengan semangat ini, pencak silat diharapkan tak hanya menjadi warisan budaya, tapi juga pilar pembentukan karakter bangsa.