Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

7 Perguruan Pencak Silat Paling Populer di Indonesia, Ini Urutan dari yang Paling Muda hingga Tertua

Satriya Agung Prakoso • Sabtu, 5 Juli 2025 | 11:00 WIB
Deretan Perguruan silat di Indonesia, yang paling muda hingga yang paling tua
Deretan Perguruan silat di Indonesia, yang paling muda hingga yang paling tua

JP Radar Kediri - Pencak silat merupakan seni bela diri warisan asli Nusantara yang kaya akan nilai filosofi, budaya, dan spiritualitas. Di balik popularitasnya sebagai olahraga bela diri, pencak silat juga berkembang melalui berbagai perguruan dengan corak dan ajaran yang berbeda-beda. Setiap perguruan lahir dari konteks sosial, budaya, bahkan keagamaan yang membentuk keunikannya masing-masing. Dari generasi ke generasi, berbagai perguruan ini terus berkontribusi dalam melestarikan pencak silat sebagai identitas bangsa.

Berikut ini adalah tujuh perguruan silat ternama di Indonesia, disusun dari yang paling muda hingga yang paling tua, lengkap dengan sejarah singkat dan karakteristiknya:

  1. Pencak Silat Pagar Nusa (1986)

Didirikan oleh KH Maksum Jauhari di Kediri, Pagar Nusa lahir pada 3 Januari 1986 sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama (NU). Tujuannya adalah membangkitkan kembali semangat beladiri di kalangan santri dan warga NU. Perguruan ini mengedepankan kekuatan spiritual, bela negara, dan akhlak.

  1. Pencak Silat Putra Kera Sakti (1980)

Lahir di Madiun pada 15 Januari 1980, didirikan oleh R. R. Totong Kiemdarto. Kera Sakti dikenal dengan jurus-jurus yang meniru gerakan kera, serta struktur pelatihan yang rapi mulai dari tingkat dasar hingga tingkat warga.

  1. Silat Merpati Putih (1963)

Merpati Putih berdiri di Yogyakarta pada 2 April 1963, dengan nama lengkap “Mersudi Patitising Tindak Pusakane Titising Hening”. Fokus utamanya adalah tenaga dalam dan pernapasan, serta membentuk pribadi yang tenang, percaya diri, dan harmonis.

  1. Tapak Suci Putera Muhammadiyah (1963)

Didirikan pada 31 Juli 1963 di Yogyakarta, perguruan ini berada di bawah naungan organisasi Muhammadiyah. Tapak Suci menyatukan bela diri dengan ajaran Islam, dan mengajarkan kedisiplinan serta nasionalisme.

  1. Pencak Silat Perisai Diri (1955)

Berdiri di Surabaya tahun 1955, perguruan ini dirintis oleh RM Soebandiman Dirdjoatmodjo. Perisai Diri memadukan 156 aliran pencak silat dan bela diri luar seperti Shaolin, menjadikannya salah satu perguruan dengan teknik paling lengkap dan beragam.

  1. Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) (1922)

Didirikan oleh Ki Hadjar Harjo Oetomo di Madiun pada 1922, PSHT merupakan salah satu perguruan terbesar di Indonesia. Ajarannya mencakup lima aspek utama: persaudaraan, beladiri, olahraga, seni budaya, dan kerohanian. PSHT kini memiliki jutaan anggota di seluruh dunia.

  1. Pencak Silat Cimande (1700-an)

Merupakan aliran silat tertua yang dikenal di Indonesia. Cimande berasal dari Jawa Barat dan dikembangkan oleh Abah Khaer pada abad ke-18. Silat ini dianggap sebagai cikal bakal berbagai aliran silat Nusantara, dan banyak perguruan besar menimba ilmu dari warisan Cimande.

Urutan perguruan silat ini menggambarkan perjalanan panjang beladiri Nusantara dari masa ke masa. Masing-masing perguruan membawa filosofi, karakter, dan kontribusi besar terhadap perkembangan pencak silat, baik di dalam negeri maupun dunia internasional.

 Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

Editor : rekian
#pagar nusa #ipsi #nu #kera sakti #silat #pencak silat #pencak #psht