Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenal Tradisi di PSHT: Ini Makna Bubur Suro yang Bukan Sekadar Makanan Biasa

Satriya Agung Prakoso • Rabu, 2 Juli 2025 | 12:00 WIB
Foto : Bubur Suroan dalam tradisi selametan PSHT
Foto : Bubur Suroan dalam tradisi selametan PSHT

JP Radar Kediri – Bubur Suro atau yang juga dikenal dengan bubur Asyura bukanlah sekadar hidangan tradisional. Dalam lingkungan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), sajian ini memiliki makna spiritual yang dalam, terutama saat momentum bulan Suro atau Muharram tiba.

Bubur Suro kerap disajikan dalam kegiatan tirakatan atau doa bersama yang digelar oleh para anggota PSHT. Tradisi ini tidak hanya menjadi bentuk pelestarian budaya, tapi juga sebagai simbol kerendahan hati dan rasa syukur yang telah melekat kuat dalam nilai-nilai organisasi.

Ketua PSHT Cabang Kota Kediri, Agung Sediana (41), mengungkapkan bahwa bubur Suro merupakan lambang kesederhanaan dan refleksi spiritual yang diajarkan para sesepuh PSHT.

“Ini bukan hanya soal makanan. Bubur Suro adalah simbol kerendahan hati dan rasa syukur yang tak lekang oleh zaman,” ujarnya.

Makna Bubur Suro dalam Tradisi PSHT:

1. Simbol Syukur

Bubur Suro menjadi ungkapan rasa syukur atas nikmat hidup, serta sebagai bentuk penghormatan pada datangnya bulan Suro—bulan yang dianggap sakral dalam kalender Jawa dan momen penuh refleksi bagi para pendekar.

2. Mempererat Persaudaraan

Momentum menyantap bubur Suro bersama menjadi ajang silaturahmi, saling mendoakan, dan mempererat ikatan antar sesama warga PSHT. Kebersamaan inilah yang menjadi roh dari semangat persaudaraan.

3. Menjaga Tradisi dan Warisan Budaya

Sebagai bagian dari ritual tahunan, bubur Suro juga menjadi bentuk pelestarian nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendiri PSHT, sekaligus memperkuat identitas budaya dalam bingkai spiritual.

4. Pengingat Akan Kematian

Dalam beberapa penghayatan, bubur Suro juga mengandung makna pengingat bahwa kehidupan di dunia ini hanya sementara. Nilai ini selaras dengan ajaran PSHT untuk selalu rendah hati dan ingat akan kematian.

Lebih dari sekadar sajian bubur, Bubur Suro di mata warga PSHT adalah simbol kehidupan. Ia mengajarkan pentingnya bersyukur, menjunjung nilai persaudaraan, dan menjaga warisan budaya yang sarat makna. Seiring berjalannya waktu, tradisi ini diharapkan tetap hidup dan relevan di tengah modernitas.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

Editor : rekian
#bubur suro #makna #pencak silat #makanan #psht