Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tingkatan Sabuk di PSHT: Dari Siswa Hingga Warga, Ini Urutannya

Satriya Agung Prakoso • Sabtu, 28 Juni 2025 | 18:14 WIB

 

Urutan tingkatan sabuk di PSHT
Urutan tingkatan sabuk di PSHT

JP Radar Kediri – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dikenal sebagai salah satu perguruan pencak silat yang menjunjung tinggi nilai moral, persaudaraan, dan pembentukan karakter. Dalam sistem latihannya, PSHT memiliki tingkatan sabuk yang menunjukkan proses perjalanan seorang siswa hingga diakui sebagai warga.

Setiap sabuk memiliki arti dan syarat latihan tersendiri. Urutan sabuk ini juga menjadi bagian dari penanaman nilai disiplin, ketekunan, dan tanggung jawab dalam proses belajar pencak silat.

Dilansir dari lama shterate.co.id berikut urutan tingkatan sabuk di PSHT:

1. Sabuk Hitam Polos – Siswa Tingkat Dasar

Siswa baru di PSHT mengenakan sabuk hitam polos sebagai tanda awal memasuki dunia pencak silat. Sabuk ini melambangkan ketidaktahuan dan kesiapan untuk belajar dari awal. Materi latihan fokus pada gerakan dasar, pernapasan, kuda-kuda, dan jurus awal.

2. Sabuk Jambon (Merah Muda) – Siswa Tingkat Lanjut Awal

Setelah melewati ujian awal, siswa naik tingkat dan mengenakan sabuk jambon. Warna ini melambangkan masa peralihan dan keragu-raguan. Materi latihan mencakup penguatan teknik dasar dan pengenalan jurus lanjutan.

3. Sabuk Hijau – Siswa Tingkat Lanjut

Sabuk hijau dipakai siswa yang sudah memiliki dasar teknik yang kuat. Warna hijau melambangkan keseimbangan dan keteguhan hati. Pada tahap ini, latihan difokuskan pada kombinasi serangan, pertahanan, dan kematangan gerak.

4. Sabuk Putih – Siswa Tingkat Akhir

Sabuk putih diberikan kepada siswa tingkat akhir yang bersiap untuk pengesahan menjadi warga. Warna putih melambangkan kesucian hati dan kesiapan spiritual. Penguasaan hampir seluruh materi PSHT menjadi syarat utama sebelum masuk tahap pengesahan.

5. Sabuk Mori – Warga Tingkat I (Dimas Satria Anom/Tama)

Siswa yang telah disahkan menjadi warga akan mengenakan sabuk dari kain mori putih dengan satu lipatan di belakang seragamnya. Warga Tingkat I disebut sebagai Dimas Satria Anom atau Tama. Mereka dianggap telah memahami nilai dasar Setia Hati dan siap melanjutkan ke tingkat pembinaan selanjutnya.

6. Sabuk Putih Strip – Siswa Tingkat II

Setelah menjadi warga, anggota dapat mengikuti pendidikan lanjutan dengan mengenakan sabuk putih berstrip sesuai jenjang jurus yang sedang dipelajari. Strip hitam untuk jurus 1–5, strip kuning untuk jurus 6–10, dan strip hijau untuk jurus 11–15. Latihan difokuskan pada pengembangan teknik dan pembinaan batin.

7. Sabuk Dua Lipatan – Warga Tingkat II (Kangmas Wira Anom/Yudo/Tama)

Anggota yang telah menyelesaikan program lanjutan dapat naik ke Warga Tingkat II. Mereka mengenakan sabuk dengan dua lipatan di belakang. Gelar Wira Anom diberikan pada warga baru Tingkat II, Wira Yudo untuk yang sudah aktif membina, dan Wira Tama untuk yang dianggap siap melanjutkan ke tingkat tertinggi.

8. Sabuk Tiga Lipatan – Warga Tingkat III (Ki Hadjar Anom)

Warga Tingkat III yang menguasai gerak dan batin secara menyeluruh diberi gelar Ki Hadjar Anom. Mereka termasuk dalam struktur Majelis Luhur dan menjadi teladan bagi anggota lain. Tugasnya adalah membimbing serta mengesahkan warga baru Tingkat II. Ciri khasnya adalah sabuk dengan tiga lipatan di belakang seragam.

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#tingkatan #warga #siswa #Sabuk #psht