JP Radar Kediri-Kirab peringatan 1 Sura di Petilasan Sri Aji Jayabaya Desa Menang, Kecamatan Pagu Jumat pagi (27/6) dibanjiri penonton. Ribuan masyarakat mengikuti kegiatan yang berlangsung rutin setiap tahun itu.
Lebih menarik lagi, sebagian yang meramaikan ritual ini warga negara asing. Tepatnya, warga negara Prancis.
Ada belasan warga Prancis yang ada di antara peserta ritual. Salah satunya adalah Anne Marie Wirja.
Anne sudah tiga kali ini mengikuti ritual 1 Sura di Menang, Kediri. Kali ini dia datang bersama 13 temannya sesama warga negara Prancis.
"Saya tinggal di Malang, sudah 43 tahun di Indonesia. Suami saya tiang Jawi. Dan saya sudah tiga tahun ini ke sini," kata Anne dalam bahasa Indonesia bercampur bahasa Jawa tapi dengan logat Prancis yang kental.
Dia mengatakan, kedatangannya sengaja untuk ikuti kirab ini. Dia mengaku jatuh cinta dengan kebudayaan Jawa. Menurutnya, kebudayaan Jawa begitu indah dan anggun.
Itulah yang membuatnya tertarik. Sehingga dia ingin memperdalam.
"Jatuh cinta dengan kebudayaan Jawa dan jatuh cinta sama suami saya juga," candanya.
Dia mengatakan, kebetulan sang suami juga tertarik dengan kebatinan Jawa. Sehingga mereka berdua sering mengeksplorasi semua upacara yang berbau Jawa. Tidak hanya di Kediri namun juga di daerah-daerah lain.
Menurutnya, budaya Jawa yang indah inilah yang membuatnya ingin membagi-bagikan ke teman-teman Prancisnya.
"Karena indah dan mendalam, sehingga saya memutuskan untuk dibagi-bagi dengan teman-teman saya dari prancis. Saya kebetulan penyusun tour. Sehingga saya susun tour khusus satu Sura," jelasnya.
Dia berpesan agar kebudayaan semacam kirab 1 Sura ini tetap dilestarikan. Karena hal itu adalah jati diri bangsa.
"Pesan saya jangan sampai punah. Karena ini jati diri Indonesia," jelas perempuan yang di Prancis sudah mempelajari budaya Indonesia selama delapan tahun lebih.(*)
Editor : Mahfud