Burung gagak, dengan bulu hitam legam dan suara seraknya yang khas, identik dengan berbagai mitos. Terutama di tanah Jawa, burung ini punya tempat tersendiri dalam budaya dan kepercayaan masyarakat.
Burung gagak oleh orang jawa dianggap sebagai makhluk pembawa pertanda. Konon katanya, kalau suara gagak terdengar di sekitar rumah, apalagi berulang-ulang dan keras, itu bisa jadi sinyal bakal ada sesuatu yang buruk.
Suara gagak yang tiba-tiba terdengar di atap rumah saat malam atau pagi buta sering bikin bulu kuduk merinding. Nggak heran, banyak orang tua dulu yang langsung berujar, “Aduh, jangan-jangan ada yang meninggal.” Padahal belum tentu juga, tapi mitos ini terlanjur mengakar.
Sebenarnya, dari mana asal kepercayaan ini? Menurut budaya Jawa, burung gagak sering dikaitkan dengan alam gaib. Warna hitam legam burung gagak diyakini sebagai lambang atau simbol misteri. Termasuk di dalamnya kematian, bahkan dunia roh. Makanya, gagak sering diasosiasikan dengan hal-hal yang bersifat mistis.
Kepercayaan lainnya, masih di Jawa, gagak dipercaya bisa menghubungkan dengan alam leluhur. Ia berperan sebagai penjaga gerbang antara dunia manusa dan alam gaib. Gagak juga dipercaya sebagai pembawa pesan.
Menariknya, ada juga kepercayaan yang mencoba membaca arah datangnya gagak. Kalau burung ini datang dari arah timur, katanya itu pertanda baik. Tapi kalau dari arah barat, banyak yang bilang itu bisa bawa kabar buruk. Tentu saja, ini semua tergantung pada keyakinan masing-masing.
Di beberapa desa di Jawa Tengah dan Jawa Timur, masih ada lho masyarakat yang percaya hal-hal seperti ini. Bahkan, saat ada kejadian besar seperti kecelakaan atau kematian mendadak, orang-orang suka mengaitkannya dengan “tanda-tanda” alam sebelumnya—termasuk suara burung gagak.
Namun, selain mitos dan mistis, sebenarnya gagak juga punya sisi yang jarang diketahui. Yakni kecerdasannya. Penelitian modern membuktikan kalau gagak adalah salah satu burung paling pintar di dunia. Ia bisa mengingat wajah manusia, membuat alat sederhana, bahkan bekerja sama dalam kelompok. Keren banget, kan?
Sayangnya, reputasi gagak yang ‘seram’ ini bikin orang sering salah paham. Padahal, dalam beberapa budaya lain, burung ini malah dianggap bijak. Dalam mitologi Nordik misalnya, Odin (dewa utama) punya dua gagak setia bernama Huginn dan Muninn yang melaporkan segala kejadian di dunia.
Kembali ke budaya Jawa, ada juga sastra kuno yang menyebut gagak sebagai simbol kehati-hatian. Burung ini digambarkan sebagai makhluk yang tahu kapan harus bersuara, dan kapan harus diam. Sebuah filosofi hidup yang dalam, kalau dipikir-pikir.
Beberapa orang Jawa yang mendalami kejawen bahkan memelihara gagak secara spiritual. Bukan untuk dipelihara di kandang, tapi mereka percaya ada “roh gagak” yang menjaga atau menyampaikan petunjuk melalui mimpi dan pertanda alam.(*)
Editor : Jauhar Yohanis