Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Legenda Sangkuriang Asal-usul Terbentuknya Tangkuban Perahu di Jawa Barat

Internship Radar Kediri • Sabtu, 7 Juni 2025 | 17:05 WIB
Ilutrasi Tangkuban Perahu
Ilutrasi Tangkuban Perahu

JP Radar Kediri - Legenda Sangkuriang adalah salah satu cerita rakyat paling terkenal dari Jawa Barat yang menjelaskan asal-usul Gunung Tangkuban Perahu. Kisah ini menggambarkan cinta, kutukan, dan kehancuran dalam sebuah cerita yang penuh dengan keajaiban.

Konon, dahulu kala ada seorang putri cantik bernama Dayang Sumbi yang tinggal di sebuah kerajaan di tanah Sunda. Suatu hari, saat sedang menenun, Dayang Sumbi menjatuhkan alat tenunnya dan bersumpah akan menikahi siapa saja yang mengambilkan alat itu untuknya.

Secara mengejutkan, seekor anjing bernama Tumang mengambilnya, dan karena sumpahnya, Dayang Sumbi harus menikahi Tumang. Namun, Tumang bukan anjing biasa, ia sebenarnya adalah jelmaan seorang dewa.

Dari pernikahan tersebut, lahirlah seorang anak bernama Sangkuriang. Ia tumbuh menjadi anak yang cerdas dan kuat, namun tidak tahu bahwa Tumang adalah ayahnya.

Suatu hari, saat berburu, Sangkuriang marah karena Tumang tidak membantu menangkap rusa dan akhirnya membunuhnya. Saat mengetahui bahwa Tumang adalah ayahnya, Dayang Sumbi murka dan mengusir Sangkuriang dari istana.

Bertahun-tahun kemudian, Sangkuriang yang sudah dewasa kembali ke kampung halamannya tanpa mengenali Dayang Sumbi, yang tetap muda berkat kesaktiannya.

Tanpa mengetahui hubungan mereka, Sangkuriang jatuh cinta pada Dayang Sumbi dan ingin menikahinya. Awalnya, Dayang Sumbi menerima lamaran Sangkuriang, tetapi kemudian ia melihat bekas luka di kepala Sangkuriang dan menyadari bahwa ia adalah putranya sendiri. Karena hubungan darah mereka, pernikahan itu tidak mungkin terjadi.

Untuk menggagalkan pernikahan, Dayang Sumbi memberi Sangkuriang syarat yang mustahil. Ia harus membuat sebuah danau dan sebuah perahu besar dalam semalam.

Sangkuriang yang memiliki kesaktian berusaha memenuhi syarat itu dengan bantuan makhluk gaib. Hampir saja tugas itu selesai, tetapi Dayang Sumbi memohon kepada dewa-dewa untuk menggagalkan usaha Sangkuriang.

Dewa-dewa kemudian menciptakan fajar lebih awal dengan cahaya yang menyilaukan, sehingga Sangkuriang mengira telah gagal.

Marah karena usahanya digagalkan, Sangkuriang menendang perahu yang hampir selesai dibuat. Perahu itu terbalik dan menjadi Gunung Tangkuban Perahu, yang hingga kini bentuknya menyerupai perahu terbalik.

Legenda ini mengajarkan tentang pentingnya kehati-hatian dalam membuat keputusan dan konsekuensi dari tindakan seseorang. Gunung Tangkuban Perahu, yang terletak di utara Bandung, kini menjadi destinasi wisata populer yang menawarkan pemandangan indah dan keunikan alam.

Penulis: Laila Karima

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.  

 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#gunung #Tangkuban Parahu #sangkuriang