JP Radar Kediri – Perayaan Kebangkitan Yesus Kristus, yang dikenal juga sebagai Hari Paskah atau Easter dalam tradisi Kristen, merupakan salah satu hari raya paling suci dan bermakna dalam kekristenan.
Momen ini memperingati peristiwa luar biasa, yakni bangkitnya Yesus dari kematian pada hari ketiga setelah penyaliban-Nya.
Peristiwa ini tercatat secara historis dan teologis dalam keempat Injil di Perjanjian Baru, yaitu Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes.
Kebangkitan ini bukan hanya menjadi titik pusat iman Kristen, tetapi juga simbol kemenangan mutlak atas dosa, kematian, dan kuasa kegelapan, serta pengharapan akan hidup yang kekal bagi setiap orang yang percaya.
Secara historis, perayaan Paskah telah dilakukan sejak zaman gereja mula-mula.
Umat Kristen awal merayakannya dalam suasana kesederhanaan namun penuh kekhusyukan, sebagai bagian dari tradisi yang diwariskan oleh para rasul.
Awalnya, perayaan ini memiliki keterkaitan erat dengan Paskah Yahudi (Pesach), karena peristiwa penyaliban dan kebangkitan Yesus terjadi pada waktu yang bersamaan dengan peringatan keluarnya bangsa Israel dari Mesir.
Dalam tradisi Yahudi, Paskah menandai pembebasan dari perbudakan fisik, sementara dalam konteks Kristen, Paskah menandai pembebasan spiritual dari belenggu dosa dan maut.
Seiring perkembangan sejarah dan penyebaran agama Kristen ke berbagai belahan dunia, perayaan Paskah pun mulai mengalami berbagai bentuk ekspresi budaya dan liturgi.
Gereja-gereja di Timur dan Barat mulai mengembangkan tradisi-tradisi khas, namun inti dari perayaannya tetap sama merayakan kebangkitan Tuhan Yesus sebagai peristiwa puncak dari keselamatan manusia.
Dalam kalender liturgi Kristen, Paskah dirayakan pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama pasca ekuinoks musim semi, sehingga tanggalnya selalu berubah setiap tahun.
Perayaan ini didahului oleh masa Prapaskah selama 40 hari, dimulai dari Rabu Abu, yang merupakan masa pertobatan, puasa, doa, dan refleksi spiritual sebagai persiapan menyambut Paskah.
Makna Paskah bagi umat Kristen sangat mendalam dan menyentuh aspek iman yang paling fundamental.
Kebangkitan Kristus diyakini sebagai bukti otentik bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan, Putra Allah yang mengalahkan maut.
Melalui kebangkitan-Nya, orang percaya diberikan jaminan bahwa kematian bukanlah akhir, melainkan pintu menuju kehidupan yang kekal.
Paskah juga mengingatkan setiap umat bahwa mereka dipanggil untuk bangkit bersama Kristus meninggalkan kehidupan lama yang dikuasai dosa dan hidup dalam terang kebenaran dan kasih-Nya.
Tradisi-tradisi simbolik yang menyertai perayaan ini, seperti telur Paskah, lilin Paskah, dan anak domba Paskah, mengandung makna mendalam.
Telur, misalnya, melambangkan kelahiran baru dan kehidupan, sementara anak domba melambangkan Kristus sebagai korban yang tak bercacat demi penebusan manusia.
Lilin Paskah, yang dinyalakan dalam misa malam Paskah, melambangkan Kristus sebagai terang dunia yang mengusir kegelapan dosa.
Perayaan Paskah juga menjadi momentum kebangkitan rohani bagi umat Kristen.
Di tengah dunia yang penuh tantangan, penderitaan, dan ketidakpastian, kebangkitan Kristus menjadi sumber kekuatan, pengharapan, dan sukacita sejati.
Ia mengajarkan bahwa tidak ada penderitaan yang sia-sia, dan bahwa kasih Allah mampu memulihkan segala sesuatu. Kebangkitan ini juga menjadi ajakan bagi setiap orang percaya untuk menjadi saksi kebangkitan, membawa terang, damai, dan harapan kepada dunia.
Dengan demikian, perayaan Kebangkitan Yesus Kristus bukan sekadar peristiwa historis yang diperingati setiap tahun, tetapi merupakan realitas iman yang terus hidup dalam hati umat beriman.
Baca Juga: Pemdes Purwotengah Papar Kediri Ajak Anak Muda Bermain Jaranan, Ini Alasannya
Ia menjadi panggilan untuk hidup dalam kebaruan, dalam kasih yang memulihkan, dan dalam pengharapan akan kehidupan kekal yang telah dijanjikan oleh Sang Juruselamat.
Kebangkitan-Nya adalah dasar dari semua janji Allah, dan perayaan Paskah adalah pernyataan iman yang penuh syukur atas anugerah keselamatan yang tak ternilai.
Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira