Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sabtu Suci, Hari Terakhir dalam Tri Hari Suci Paskah, Ini Makna dari Perayaannya

Redaksi Radar Kediri • Minggu, 20 April 2025 | 00:59 WIB
Sabtu Suci, Hari Terakhir dalam Tri Suci Paskah, Ini Makna dari Perayaannya
Sabtu Suci, Hari Terakhir dalam Tri Suci Paskah, Ini Makna dari Perayaannya

JP Radar Kediri- Sabtu Suci, atau yang dikenal sebagai Holy Saturday, merupakan hari terakhir dalam rangkaian Tri Suci Paskah setelah Kamis Putih dan Jumat Agung.

Meskipun sering kali tidak disorot sebesar dua hari sebelumnya, Sabtu Suci justru memiliki kedalaman makna yang penting dalam perjalanan iman Kristiani.

Hari ini memperingati waktu di mana tubuh Yesus Kristus terbaring di dalam kubur, setelah wafat-Nya di kayu salib.

Secara liturgi, Sabtu Suci berlangsung dalam keheningan.

Gereja-gereja biasanya sunyi, altar dibiarkan kosong, lampu-lampu dipadamkan, dan tidak ada perayaan Ekaristi pada pagi hingga sore hari. Ini menciptakan suasana hening yang mencerminkan kesedihan, namun juga mengandung harapan.

Dalam kepercayaan umat Katolik, Sabtu Suci adalah momen penantian yang hening namun penuh makna spiritual.

Umat diajak untuk merenungkan makna kematian Kristus dan menantikan kebangkitan-Nya dengan penuh iman.

Di dalam pengakuan iman Kristen, disebutkan bahwa Yesus turun ke alam maut.

Hal ini menunjukkan bahwa karya penyelamatan Kristus tidak terbatas hanya pada kehidupan, tetapi juga menjangkau mereka yang telah meninggal.

Ia hadir bahkan dalam kematian untuk membawa terang keselamatan bagi semua jiwa.

Sabtu Suci, dengan demikian, bukan hanya momen sunyi, tetapi juga simbol dari kasih Tuhan yang melampaui batas kehidupan.

Meski tampak sepi, Sabtu Suci sebenarnya merupakan hari persiapan batin menuju puncak perayaan Paskah.

Malam harinya, umat merayakan Vigili Paskah, liturgi yang sangat kaya dan sakral, dimulai dengan penyalaan api baru dan lilin Paskah sebagai lambang terang Kristus yang bangkit.

Dalam misa ini, kisah keselamatan manusia diceritakan kembali melalui bacaan-bacaan Kitab Suci, dilanjutkan dengan pembaptisan bagi para katekumen, dan puncaknya adalah perayaan Ekaristi dalam sukacita.

Sabtu Suci bukan hanya masa penantian secara liturgis, tetapi juga momen refleksi bagi setiap orang percaya.

Di balik keheningannya, hari ini menyimpan harapan akan kehidupan baru.

Ia mengajarkan bahwa meskipun hidup kita kadang memasuki fase "keheningan" dan "kegelapan", selalu ada terang kebangkitan yang menanti.

Sabtu Suci mengingatkan bahwa dalam diam, Allah tetap bekerja.

Dalam sunyi, kasih-Nya tetap menyala.

Maka dari itu, Sabtu Suci bukanlah akhir, melainkan gerbang menuju kebangkitan yang penuh sukacita.

Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#perayaan #sabtu suci #Tri Hari Suci #sabtu suci malam paskah #paskah