JP Radar Kediri- Setiap tahun, umat Kristiani di seluruh dunia memperingati salah satu hari paling penting dan penuh makna dalam kalender keagamaan mereka, yaitu Jumat Agung.
Hari ini bukan hanya sekadar bagian dari rangkaian Pekan Suci menuju Paskah, tetapi merupakan momen sakral yang mengajak setiap orang beriman untuk merenungkan kembali kisah sengsara dan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib.
Dalam suasana yang penuh ketenangan dan kesyahduan, Jumat Agung menjadi hari yang dipenuhi dengan doa, refleksi, dan penghormatan atas kasih ilahi yang besar.
Gereja-gereja biasanya menggelar ibadah khusus dengan nuansa khidmat, termasuk pembacaan kisah sengsara Kristus, doa syafaat, dan penghormatan terhadap salib.
Perayaan Jumat Agung sudah dilakukan sejak abad-abad awal kekristenan.
Meskipun tidak diketahui secara pasti kapan mulai diperingati secara resmi, catatan sejarah menunjukkan bahwa umat Kristen di Yerusalem sudah memperingati hari kematian Kristus sejak abad ke-4.
Pada masa itu, umat berkumpul di tempat-tempat yang diyakini sebagai lokasi penyaliban untuk berdoa dan merenung.
Istilah "Jumat Agung" dalam bahasa Indonesia berasal dari pengaruh bahasa Belanda, yaitu "Goede Vrijdag" yang berarti "Good Friday" dalam bahasa Inggris.
Meskipun disebut "baik" atau "agung", hal ini bukan karena kejadian yang menyenangkan, melainkan karena kebaikan dan kasih yang lahir dari pengorbanan Kristus.
Setiap negara dan denominasi Kristen memiliki tradisi yang berbeda dalam memperingati Jumat Agung.
Di Filipina, beberapa umat melakukan prosesi penyaliban secara nyata sebagai bentuk penebusan dosa.
Di Italia dan Spanyol, prosesi jalan salib yang dramatis menjadi bagian penting dari perayaan.
Sementara itu, di banyak gereja di Indonesia, Jumat Agung dirayakan dengan ibadah khusus dan drama penyaliban.
Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira