JP Radar Kediri- Tari Dolalak sebagai kesenian lokal otentik dari Kabupaten Purworejo mulai berkembang di Desa Sejiwan, Kecamatan Loano.
Tari ini terinspirasi dari kata “do” dan “la” yang menjadi iringan nada dalam tarian Dolalak.
Dikenal sejak 1915-an, saat itu masyarakat terbiasa menyebutnya “do la la”. Kesenian ini menggambarkan bala tentara yang tengah menghibur serdadu koloni di dalam markas sewaktu istirahat.
Gerakan- gerakan yang ditampilkan sebatas diiringi alat musik terbang dan jidor yang mengeluarkan nada do dan la.
Namun yang menarik adalah adanya atraksi trance (kesurupan) dari seorang penari di tengah-tengah berlangsungnya tarian.
Bagian ini menjadi menarik di kalangan masyarakat setempat, karena penari seakan-akan tidak sadarkan diri dan melakukan gerakan-gerakan di luar kesadarannya.
Dalam tari dolalak terdapat beberapa peranti penunjang. Hal ini berguna ketika mengiringi tarian yang ditampilkan. Di antara elemen yang digunakan adalah kendang.
Sebagai bagian alat musik gamelan yang dimainkan menggunakan tangan, kendang memiliki fungsi mengatur ritme atau irama.
Dalam tari dolalak, keberadaan kendang untuk mengatur pergantian cepat lambatnya nada serta sebagai penanda dalam memulai tabuhan rebana.
Ketiga, rebana yang cukup dimainkan dengan ditabuh. Cara penggunaan yang benar, ialah dengan posisi kaki bersila untuk menaruh badan kayu rebana yang ditumpu telapak kaki kanan.
Agar menghasilkan nada, posisi telapak tangan kanan menabuh yang diarahkan pada bagian samping membran dan tangan kiri untuk memegang instrumen rebana.
Keempat, terbang atau kemprang.
Jumlahnya tujuh buah. Selain musik pengiring, dalam dolalak terdapat hal lain yang menunjang penampilan supaya atraktif dan “hidup”, yaitu busana dan riasan.
Untuk busana bawah meliputi baju dan celana terdapat motif untu walang (segitiga kecil di tepi atas atas bawah) dengan warna dasar hitam dan rumbai di bagian bahu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira