JP Radar Kediri- Ada kesenian tari tradisional yang hingga kini eksis di Purworejo, Jawa Tengah. Yakni Tari Dolalak. Ini merupakan kesenian rakyat yang cukup populer dan berkembang di sana.
Asal mula Dolalak berkembang di Desa Sejiwan, Kecamatan Loano di Kabupaten Purworejo. Tari ini mulai dikenal sekitar tahun 1915-an.
Penamaan dolalak terinspirasi dari kata “do” dan “la” yang menjadi iringan nada dalam tarian Dolalak. Pada saat itu, masyarakat terbiasa menyebutnya “do la la”, sehingga terciptalah kata Dolalak.
Kesenian tari tersebut telah ada sejak era sebelum kemerdekaan. Keberadaan tari ini merupakan bentuk penggambaran bala tentara yang tengah menghibur serdadu koloni di dalam markas sewaktu istirahat.
Gerakan- gerakan yang ditampilkan hanya sebatas diiringi dengan alat musik terbang dan jidor yang mengeluarkan nada do dan la.
Dalam artikel “Unsur Penggarapan Tari Dolalak Lentera Jawa II Karya Melania Sinaring Putri” oleh Putri Rachmawati (2019), disebutkan bahwa Dolalak berfungsi sebagai hiburan yang disertai ritual untuk tujuan keselamatan seseorang.
Bahkan diyakini, dalam Dolalak juga terdapat ritual untuk menyembuhkan suatu penyakit dan menemukan orang hilang.
Hingga kini Dolalak masih eksis dan mengalami perkembangan bertahap. Seiring perubahan masa, fungsi tarinya juga berkembang menjadi fungsi sosial dan hiburan dalam suatu pertunjukkan.
Biasanya, kesenian Dolalak ditampilkan dalam acara hajat seperti khitanan, walimahan, bahkan kelahiran bayi.
Sebagai bagian dari kelompok seni rakyat, Dolalak dapat ditarikan secara berkelompok, berpasangan maupun sendiri. Jumlah penari Dolalak umumnya berkisar genap dan dari sepuluh orang atau bahkan lebih.
Dalam tari Dolalak, penunjangnya terletak pada penari maupun pengiringnya yang diisi oleh mayoritas laki-laki dewasa.
Namun pada beberapa kesempatan juga penari perempuan turut mengisi panggung sebagai penari dolalak.
Tidak seperti tari lainnya, musik dalam tari dolalak hanya berupa ritme yang sifatnya monoton dan non-melodis.
Hanya saja baik penari maupun pengiring juga turut mengisi vokal selama pertunjukan tarian berlangsung.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira