Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenal Tari Lengger Lanang Wujud Rasa Syukur kepada Dewi Kesuburan

Endro Purwito • Selasa, 15 April 2025 | 21:14 WIB
Mengenal Tari Lengger Lanang Wujud Rasa Syukur kepada Dewi Kesuburan
Mengenal Tari Lengger Lanang Wujud Rasa Syukur kepada Dewi Kesuburan

JP Radar Kediri- Pelaku seni tari tidak hanya dapat diperankan perempuan. Namun, penari bisa lintas gender.

Seperti tari Lengger Lanang yang berasal dari Banyumas, Jawa Tengah. Dalam pertunjukannya, tari ini semula identik dimainkan perempuan.

Tetapi kini penarinya bisa perempuan maupun laki laki. Tari tradisional tersebut dianggap sakral dan berkembang diantara para petani.

Bahkan diyakini sebagai bentuk rasa syukur kepada dewi kesuburan. Biasanya tarian ini dipertunjukkan dalam kesenian ataupun sebagai hiburan untuk masyarakat.

Sejarah dari tari Lengger Lanang berawal sejak zaman Majapahit. Dalam Serat Centhini Jilid kelima pupuh halaman 321 - 356 yang merupakan karya Adipati Anom, bercerita kisah sosok Nurwitri yang merupakan ledhek atau penari di Wirasaba.

Penari tersebut berhasil membuat Mas Cebolang dimabuk kepayang karena waktu itu dalam pengaruh minuman keras kemudian saling memadu kasih.

Di cerita lain, Lengger muncul setelah orde baru sebagai pertunjukan Rongger, namun di Banyumas dikenal sebagai Lengger.

Dalam pertunjukannya, dapat ditarikan laki laki ataupun perempuan menggunakan gerakan berbeda. Bagi penari perempuan, gerakan terkesan luwes, lincah.

Sementara itu, dalam tarian Lengger Lanang terdapat gerakan laki laki gagah dengan menggunakan tenaga yang kuat dibantu dengan properti tarian seperti ebeg ebeg atau kuda kudaan yang semakin menambah kegagahan dan ketegasan jati diri dari seorang laki laki.

Dengan menggunakan busana sebagai pelengkap, musik serta riasan wajah yang menambah ciri khas dari tarian Lengger yang dapat dimainkan laki laki hingga perempuan ini.

Penamaan Lengger Lanang berasal bahasa jawa dengan kalimat diarani leng jebule jengger, dimana kata leng berarti lubang yang merujuk pada simbol kelamin perempuan sementara jengger disebut sebagai mahkota yang ada di kepala ayam atau identik dengan simbol laki laki.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#tar #Lengger #lanang #wujud rasa syukur