Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pengkhianatan dan Tipu Daya Menjadi Legenda Cerita Rakyat tentang Gunung Kelud

Endro Purwito • Kamis, 3 April 2025 | 01:00 WIB
Photo
Photo

 

JP Radar Kediri- Kemegahan Gunung Kelud diwarnai dengan kisah memilukan yang hingga kini diceritakan turun temurun. Terutama masyarakat di Kabupaten Blitar, Kediri dan Tulungagung. Tak heran karena gunung berapi aktif ini berada di wilayah Kabupaten Blitar berbatasan dengan Kabupaten Kediri.    

   Cerita rakyat itu adalah Legenda Lembu Suro. Mengisahkan tentang pemuda berkepala lembu yang dikhianati. Ia ditipu hingga menemui ajal karena ingin menikahi putri raja.

   Kisahnya berawal dari sayembara Raja Brawijaya Kediri. Dia ingin mencari pendamping putrinya, Putri Diah Ayu Pusparini.

Kelak, pendamping ini yang nanti menjadi pewaris kerajaan. Namun sang putri selalu menolak pinangan raja raja ataupun para bangsawan di tanah Jawa.

   Sayembaranya adalah siapapun yang mampu meregangkan busur Kyai Garudayaksa dan mengangkat Gong Kyai Sekardelima akan menjadi suami Putri Diah. Sang putri berharap pemenang sayembara ini adalah pemuda yang gagah dan tampan.

Baca Juga: Kejatuhan Cicak di Bokong Justru Jadi Pertanda Baik, Benarkah?

   Banyak orang, baik itu raja, bangsawan dan pemuda berlomba agar bisa merenggangkan busur dan mengangkat Gong Sekardelima. Tetapi, tidak satupun yang berhasil. Hingga akhirnya saat akan ditutup, muncul pemuda berkepala mirip lembu.

Ya, Lembu Suro muncul sebagai peserta terakhir. Dia akhirnya berhasil merenggangkan busur Kyai Garudayaksa dan mengangkat Gong Kyai Sekardelima. 

    Semua orang bertepuk tangan. Namun tidak dengan sang putri. Raja pun gelisah. Di tengah kegalauannya, Putri Diah mengajukan syarat lagi kepada Lembu Suro sebelum dirinya dinikahi. Yakni meminta dibuatkan sumur di puncak Gunung Kelud.

Alasannya, karena ingin mandi dari air sumur tersebut. Syarat tersebut harus bisa diselesaikan satu malam.

   Lembu Suro menerima syarat ini. Dengan kesaktiannya, ia menggali dan berhasil membuatkan sumur di puncak Kelud. Raja Brawijaya dan Putri Dyah Ayu Pusparini bersama pengawal kerajaan pun mendatangi lokasi penggalian.

Baca Juga: Misteri Gua Semar yang Paling Keramat di Dataran Tinggi Dieng

Di sana, sang Putri  minta Lembu Suro memeriksa air di bawah sumur apakah berbau wangi atau tidak.

   Lembu Suro pun akhirnya turun ke dasar sumur  untuk memeriksanya. Ternyata saat  berada di dasar sumur, Brawijaya justru memerintahkan prajurit pengawalnya segera menutup sumur dengan batu dan tanah.

Material itu akhirnya menimbun Lembu Suro. Menyadari dirinya ditipu dan dikhianati putri dan Raja Brawijaya, sebelum mati, Lembu Suro mengucapkan sumpah yang sampai hari ini masih dikenang. 

   Atas dendamnya kepada Raja Brawijaya, ia menyumpahi, "Kediri dadi kali, Blitar dadi latar, Tulungagung dadi kedung." Artinya, kelak Kediri akan menjadi sungai, Blitar menjadi halaman dan Tulungagung menjadi cekungan sungai.

Sampai saat ini bila Gunung Kelud meletus, banyak masyarakat meyakini Lembu Suro sedang mengamuk.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #gunung kelud #Gunung Kelud Kabupaten Kediri #gunung kelud meletus