Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pantangan Tidur di Kasur Kapuk agar Terhindar dari Malapetaka

Endro Purwito • Selasa, 1 April 2025 | 01:00 WIB
Pantangan Tidur di Kasur Kapuk agar Terhindar dari Malapetaka
Pantangan Tidur di Kasur Kapuk agar Terhindar dari Malapetaka

JP Radar Kediri - Tidur di kasur kapuk atau berbahan kapas memang bisa bikin pulas. Tekstur kapuk yang empuk dapat membuat nyaman siapa saja yang berbaring di atasnya.

Meski begitu, nyatanya tidak semua orang merasa aman dan nyaman tidur di kasur kapuk. Bukan karena bahannya, tetapi gara-gara meyakini mitos yang turun-temurun dari nenek moyang.

Ini seperti terjadi di Dusun Kasuran, di Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Di sini ada pantangan bagi warga yang tidur di kasur yang bahannya terdapat kapuk. Mitos tersebut masih dipercayai oleh 470 kepala keluarga (KK) yang tinggal di kampung itu.

Kebanyakan warga tidur di atas kasur, tetapi dengan bahan selain kapuk. Rupanya mitos ini berawal dari awal muncul berdirinya Padukuhan Kasuran.

Versi pertama adalah Dukuh Kasuran merupakan peninggalan Sunan Kalijaga yang pernah berdakwah di tempat tersebut.

Namun saat sang Sunan beristirahat di sela dakwahnya tiba tiba ia sakit. Konon waktu beristirahat Sunan memakai alas kapuk. Kabarnya di bawah alas tidur itu ada ular.

Versi kedua, dahulu ada peperangan yang dipimpin Pangeran Diponegoro di wilayah Kasuran. Nama Kasuran sendiri berasal dari kasoran yang makna kata dasarnya adalah asor atau kalah. Peperangan Diponegoro di situ mengalami kekalahan.

Mitos larangan tidur di kasur kapuk itu dipercaya karena banyak yang mengalami kejadian di luar nalar. Bahkan tidak hanya sekali atau dua kali. Banyak warga yang mendadak sakit setelah menggunakan kasur kapuk.

Pernah terjadi peristiwa warga dari Jakarta pulang ke Kasuran. Saat itu dia membawa kasur kapuk. Saat kasur sudah dimasukkan kamar, warga ini melihat ular besar dan seluruh keluarganya sakit. Namun setelah kasurnya dipindah dan dikasihkan saudaranya, warga itu sembuh.

Ada lagi kejadian warga dari luar daerah yang pindah ke Kasuran. Saat itu dia juga membawa kasur kapuk untuk tidur dan sakit. Kemudian ada pula seorang sinden bernama Bu Rukiyah membeli kasur di pedagang keliling. Namun, saat itu tidak diketahui bahwa di dalam kasur itu ada sedikit kapuk.

Kasur itu pun digunakan Bu Rukiyah untuk tidur. Dia lantas jatuh sakit selama setahun lamanya. Setelah kasur berisi kapuk tersebut dirusak, Bu Rukiyah sembuh dalam waktu sepekan. Namun sayang, kini Bu Rukiyah telah meninggal akibat kecelakaan.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #tidur #Kasur kapuk #mitos #Pantangan