JP Radar Kediri — Idul Fitri selalu menjadi momen penuh suka cita bagi umat Muslim di seluruh dunia, tak terkecuali di Mesir. Namun, di Negeri Piramida ini, perayaan Idul Fitri memiliki nuansa khas yang tak ditemukan di tempat lain, lengkap dengan tradisi turun-temurun yang terus dilestarikan.
Seperti di negara Muslim lainnya, masyarakat Mesir menyambut Idul Fitri dengan melaksanakan Salat Id di pagi hari. Ribuan orang memadati masjid dan lapangan terbuka untuk melaksanakan doa bersama sebagai tanda syukur setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadan.
Namun, yang membuat Idul Fitri di Mesir semakin spesial adalah tradisi membuat dan menyajikan Kahk el-Eid, kue khas berbentuk bulat kecil, diisi kacang-kacangan, kurma, atau manisan, lalu ditaburi gula halus. Kahk bukan sekadar kue, melainkan simbol kebersamaan dan kehangatan keluarga.
Menjelang hari raya, anggota keluarga berkumpul di dapur, saling membantu menyiapkan adonan, memanggang, hingga menghias kahk sebelum dibagikan ke tetangga dan kerabat.
Tak hanya itu, suasana jalan-jalan di Kairo dan kota-kota lain berubah drastis saat Idul Fitri tiba. Rumah-rumah dan gang-gang kecil dihiasi fanous lentera warna-warni khas Mesir serta lampu-lampu cantik yang menambah semarak malam hari.
Baca Juga: Ini Dia Asal Muasal Tradisi Memakai Baju Baru saat Lebaran di Indonesia
Setelah Salat Id, masyarakat Mesir mengisi hari dengan berkumpul bersama keluarga besar, saling bermaafan, dan memberikan Eidiya, yakni uang atau hadiah kecil kepada anak-anak sebagai bentuk kasih sayang.
Perayaan ini juga menjadi momen untuk mempererat hubungan sosial. Masyarakat saling mengunjungi, berbagi makanan, dan menikmati hidangan khas Mesir, seperti fatta, mahshi, hingga daging panggang.
Tradisi ini telah berlangsung selama ratusan tahun dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Mesir saat Idul Fitri.
Idul Fitri di Mesir adalah bukti bahwa perayaan keagamaan bisa menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, menebar kebahagiaan, dan tentu saja, menikmati manisnya kue kahk bersama orang-orang tercinta.
Penulis: Aurellsya Jessica Putri Editya, Mahasiswa Magang Universitas Dian Nuswantoro Kediri.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira