Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ribuan Umat Hindu di Kediri Lakukan Ritual Melasti di Waduk Siman

Ayu Ismawati • Kamis, 27 Maret 2025 | 06:08 WIB
Arak-arakan mat Hindu masuk ke area Waduk Siman usai menempuh perjalanan sekitar satu jam dari Pura Agung Kerta Bhuwana untuk mengikuti rangkaian melasti.
Arak-arakan mat Hindu masuk ke area Waduk Siman usai menempuh perjalanan sekitar satu jam dari Pura Agung Kerta Bhuwana untuk mengikuti rangkaian melasti.

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Jelang hari raya Nyepi Sabtu (29/3) lusa, ribuan umat Hindu Kabupaten Kediri menggelar melasti di Waduk Siman kemarin. Mereka rela berjalan kaki selama satu jam untuk bisa mengikuti ritual penyucian alam itu.   

          Acara yang berlangsung di Desa Siman, Kepung itu tidak hanya diikuti oleh umat Hindu Kabupaten Kediri saja. Melainkan, tidak sedikit yang berasal dari luar Kediri. Mulai dari Jombang, Malang, dan lainnya.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Kediri Yuliono mengatakan, arak-arakan ritual melasti kemarin dimulai dari Pura Agung Kerta Bhuwana. Menempuh jarak sekitar 16 kilometer, ribuan umat harus berjalan selama sekitar satu jam. Mereka baru tiba di waduk sekitar pukul 09.00.

          Dalam perjalanan, umat mengarak senjata, hasil bumi, dan berbagai sesaji lainnya. “(Melasti, Red) tujuannya untuk membersihkan semua unsur termasuk alam agar kami bisa enjoy melaksanakan Nyepi,” kata Yuliono.

          Dalam ritual kemarin juga dipentaskan tari gambyong yang merupakan tari penyambutan dan tari rejang dewa. Tari tersebut sebagai simbol penyambutan dewa-dewa dalam melaksanakan melasti.

“Karena kegiatan melasti ini juga tidak bisa berjalan lancar jika bukan karena dewa,” lanjutnya sembari menyebut acara ditutup dengan larung sesaji yang tujuannya melakukan penghormatan kepada buta kala. Sehingga, ibadah Nyepi umat nanti tidak terganggu.

          Lebih jauh Yuliono bersyukur karena peserta melasti tahun ini jauh lebih banyak dibanding sebelumnya. Seluruh umat antusias mengikuti rangkaian melasti sampai selesai.

          Bagi Yuliono, perayaan Nyepi tahun ini terasa istimewa. Sebab, rangkaian Nyepi berbarengan dengan ibadah puasa umat Islam. Siklusnya berlangsung sekitar 25 tahun.

“Ini momen yang sangat langka, tapi kita bersinergi dengan semua lini sehingga perayaan Melasti dan Tawur Agung Kesanga serta Idul Fitri tidak mengganggu satu sama lain,” terangnya sembari menyebut pihaknya sudah berkomunikasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) agar semua berjalan lancar.

Untuk menghormati umat Islam yang salat tarawih, menurut Yuliono pihaknya sepakat melakukan Tawur Agung Kesanga setelah salat tarawih. Sehingga, acara yang diisi arak-arakan itu tidak mengganggu ibadah umat Islam. “Intinya kami saling menghormati,” paparnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel. 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#hari raya nyepi #radar kediri #Umat Hindu Kediri #melasti