Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dibalik Makna THR, ada Kebahagiaan, Kewajiban hingga Harapan

Redaksi Radar Kediri • Rabu, 19 Maret 2025 | 21:09 WIB
Uang THR
Uang THR

JP Radar Kediri – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, masyrakat Indonesia di berbagai tempat menantikan Tunjangan Hari Raya (THR) sebagai bagian dari tradisi tahunan. THR tidak hanya menjadi suntikan finansial tambahan, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang besar, mulai peningkatan daya beli hingga perputaran uang di sektor ritel.

 Namun, di balik euphoria penerima THR, ada berbagai aspek yang menyertainya, mulai dari kewajiban pemberian oleh perusahaan hingga harapan penerima dalam memanfaatkanya secara bijak

Tunjangan Hari Raya (THR) adalah salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu menjelang Lebaran. Baik pekerja formal maupun informal berharap mendapatkan THR sebagai tambahan penghasilan yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti membeli baju baru, membayar zakat, atau bahkan untuk mudik. Namun, di balik kegembiraan menerima THR, ada juga kewajiban dan harapan yang menyertainya.

 

THR Sebagai Sumber Kebahagiaan

Bagi banyak orang, THR adalah simbol kebahagiaan yang menandai datangnya Idul Fitri. Dengan adanya THR, masyarakat dapat lebih leluasa merayakan Lebaran, membeli kebutuhan rumah tangga, serta memberikan hadiah atau angpao kepada keluarga.

Tidak sedikit pula yang menggunakan THR untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan, seperti memberi santunan kepada anak yatim atau berbagi dengan tetangga yang kurang mampu. Dalam hal ini, THR tidak hanya menjadi tambahan finansial tetapi juga mencerminkan semangat berbagi dan kebersamaan yang kuat dalam budaya masyarakat Indonesia.

 Baca Juga: Tren Fahion Lebaran 2025, Model Abaya Ini Jadi Incaran Kaum Hawa

THR Sebagai Kewajiban Perusahaan dan Pemberi Kerja

Di sisi lain, THR bukan hanya sekadar bonus tahunan, tetapi juga menjadi kewajiban bagi perusahaan kepada karyawannya. Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6 Tahun 2016, perusahaan wajib membayar THR paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri kepada pekerja yang telah bekerja minimal satu bulan.

Namun, bagi pekerja informal atau pekerja lepas, pemberian THR masih bergantung pada kebijakan masing-masing pemberi kerja, sehingga tidak semua pekerja bisa menikmati hak tersebut. Selain dari perusahaan, pemberian THR juga sudah menjadi kebiasaan bagi individu yang telah memiliki penghasilan tetap untuk diberikan kepada orang tua, saudara, atau asisten rumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa THR bukan hanya sesuatu yang diterima, tetapi juga sesuatu yang harus diberikan sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan kepada orang lain.

 

Harapan dan Tantangan Mengelola THR

Meskipun THR membawa kebahagiaan, banyak orang yang kesulitan mengelola dana ini dengan bijak. Tidak jarang THR langsung habis dalam waktu singkat karena digunakan untuk belanja konsumtif, seperti membeli pakaian baru atau barang elektronik, tanpa menyisihkan untuk kebutuhan jangka panjang.

Oleh karena itu, penting bagi penerima THR untuk memiliki strategi pengelolaan keuangan yang baik. Beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah menetapkan prioritas pengeluaran, menyisihkan sebagian untuk tabungan atau investasi, serta menghindari pembelian barang yang tidak benar-benar dibutuhkan. Dengan perencanaan yang tepat, THR tidak hanya memberikan manfaat untuk perayaan Idul Fitri tetapi juga bisa menjadi modal finansial setelah Lebaran usai.

 

 

THR bukan sekadar bonus tahunan, melainkan bagian dari ekosistem sosial dan ekonomi yang lebih besar. Bagi penerima, THR adalah rezeki tambahan yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan Lebaran sekaligus investasi masa depan. Sementara bagi pemberi, baik itu perusahaan maupun individu, THR menjadi kewajiban yang harus dipenuhi untuk mendukung kesejahteraan orang-orang di sekitar mereka.

Pada akhirnya, bagaimana seseorang memanfaatkan THR akan menentukan manfaat jangka panjangnya. Dengan perencanaan keuangan yang baik, THR tidak hanya membawa kebahagiaan sesaat tetapi juga menjadi modal untuk kehidupan yang lebih stabil.

 

 

 

Penulis : Naufal Indra Mahardika, Mahasiswa magang UPN “Veteran” Jawa Timur

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#thr #idul fitri