Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dari Diskusi Peringatan 156 Tahun Brug Over den Brantas de Kediri, Jembatan Lama Bisa Jadi Daya Tarik Wisata

Ayu Ismawati • Rabu, 19 Maret 2025 | 17:16 WIB
Warga melintas di Jembatan Lama yang kemarin genap berusia 156 tahun. Setahun terakhir, jembatan hanya khusus untuk pejalan kaki.
Warga melintas di Jembatan Lama yang kemarin genap berusia 156 tahun. Setahun terakhir, jembatan hanya khusus untuk pejalan kaki.

KEDIRI, JP Radar Kediri — Brug Over den Brantas de Kediri atau Jembatan Lama genap berusia 156 tahun kemarin.

Peringatan diisi ulang tahun jembatan yang kali pertama dibuka pada 18 Maret 1869 lalu itu diisi dengan diskusi di bawah gelagar Jembatan Brawijaya.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, selain diskusi sejarah, karya fotografi tentang Jembatan Lama juga turut dipamerkan.

Seperti potret Jembatan Lama di tahun 1930 yang masih menjadi akses penghubung utama dua sisi sungai. Hingga potret blueprint struktur jembatan besi tertua di Pulau Jawa tersebut.

Budayawan Kediri sekaligus Juru Pelihara Jembatan Lama Imam Mubarok mengatakan, Kota Kediri memiliki banyak objek sejarah dan kebudayaan.

Peringatan kemarin sekaligus jadi momentum agar pemerintah lebih serius mengelola cagar budaya di Kota Kediri.

“Kami memulai cagar budaya jembatan ini sejak 2013. Ini akan menjadi PAD (pendapatan asli daerah, Red) kalau semua konteks sejarah yang ada di Kota Kediri itu dimaksimalkan,” ujarnya.

Salah satunya dengan menguatkan unsur story telling sejarah objek-objek itu. Selain untuk menjaga objek cagar budaya itu sendiri, juga bisa menambah daya tarik Kota Kediri sebagai kota perdagangan dan jasa.

“Sehingga ketika orang berkunjung ke Kota Kediri yang biasanya hanya menginap sehari, dia bisa dua sampai tiga hari karena ingin tahu banyak tentang ini. Dan pemerintah harus mempersiapkan ini,” pintanya.

Cagar budaya, terang pria yang akrab disapa Barok itu, bisa dimanfaatkan sebagai wisata kota tua yang memiliki banyak nilai sejarah. Untuk menciptakan itu, nilai-nilai sejarah tersebut harus diungkap.

“Salah satu langkahnya, Kota Kediri di konteks MAPAN yang terakhir itu ngangeni. Ngangeni itu harus dikonsep dengan baik. Percuma kalau tidak dikonsep dengan baik termasuk dari sisi sejarahnya,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri Zachrie Ahmad mengapresiasi kegiatan peringatan 156 tahun Jembatan Lama itu.

Menurutnya, peringatan seperti ini termasuk dalam upaya pelestarian cagar budaya.

Pemerintah pun mendorong agar masyarakat aktif ikut memelihara kelestarian benda cagar budaya.

“Ini adalah bentuk partisipasi masyarakat pegiat sejarah Kediri. Dan ini dalam rangka pelestarian cagar budaya,” ujarnya.

Terkait upaya Pemkot Kediri menjaga objek cagar budaya itu, menurut pria yang akrab disapa Ayik itu, yang paling utama ada pada pemeliharaan.

Pihaknya menempatkan juru pelihara di setiap objek cagar budaya. Termasuk di Jembatan Lama.

“Kalau malam hari dia juga akan menghalau orang-orang yang biasanya suka mancing sambil merokok,” terang Ayik.

Sedangkan untuk pemeliharaan besar seperti sampah yang berada di kaki jembatan, hingga kebakaran papan jembatan, pihaknya berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Itu nanti kami koordinasi dengan dinas PUPR untuk menangani hal seperti itu. Kita selama ini menjaga supaya itu tetap lestari,” tandasnya. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel. 

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #jembatan lama kediri #wisata kediri #brantas kediri #brug over den brantas te kediri #cagar budaya #jawa pos #kota kediri