JP Radar Kediri- Tanggal 11 Maret 1966 merupakan salah satu hari yang bersejarah bagi Republik Indonesia.
Pasalnya pada tanggal tersebut dimulainya sejarah baru bangsa yang ditandai transisi kepemimpinan dari orde lama yang dipimpin Oleh Presiden Soekarno ke orde baru yang dipimpin Presiden Soeharto melaui Supersemar
Latar Belakang Supersemar
Gejolak politik yang dialami bangsa Indonesia dimulai saat PKI memberontak yang mengalami titik puncaknya pada 30 Oktober yang dimana peristiwa tersebut menewaskan 7 Jendral Revolusi.
Akibat dari hal itu kepercayaan rakyat kepada kepemimpinan Soekarno menurun drastis selain itu keadaan ekonomi indonesia yang carut marut menambah menurunnya tingakat kepercayaan.
Tak berselang sejak terjadinya pemberontakan yang dikenal dengan sebutan G30S/PKI, Timbulah aksi perlawanan dari berbagai elemen masyarakat indonesia terhadap pemerintahan orde lama.
Puncak dari perlawanan ini pada tanggal 10 Januari 1966 terjadi demonstrasi besar-besaran yang dilakukan masyarakat dari berbagai pihak seperti sipil, mahasiswa, dan pelajar.
Aksi perlawan tersebut menyuarakan tiga tuntutan pokok yaitu bubarkan PKI, Reformasi Kabinet Dwikora dan penurunan harga bahan pangan yang dikenal dengan Tritura.
Dari tiga tunturan tersebut Presiden Soekarno hanya memenuhi dua tuntutan rakyat yaitu, Reformasi kabinet dwikora dan penurunan harga-harga.
Satu tuntutan rakyat yang tidak dipenuhi adalah pembubaran PKI sontak membuat rakyat marah
Terbitnya Supersemar
Akibat dari demonstrasi- demonstrasi yang dilakukan rakyat, Letjen Soeharto yang saat berposisi sebagai orang yang bertanggungjawab atas keamanan nasional dengan jabatan panglima Komando Pemulihan dan Ketertiban (Pangkomkamtib).
Dengan jabatan tinggi itu Soeharto kemudian menyraknkan Presiden Soekarno untuk menjalankan tindakan-tindakan bersifat tegas yang harus dilakukan untuk mengatasi kerusuhan-kerusuhan yang terjadi.
Kemudian Soeharto mengutus M. Josoef, Basoeki Rahmat dan Amic Machmoed untuk datang meneui Presiden Soekarno di Istana Bogor.
Presiden Soekarno kemudian menerbitkan surat perintah kepada Letnan Jendral Soeharto.
Surat tersebut ditulis pada tanggal 11 Maret 1966 yang kemudian dikenal dengan istilah Supersemar Atau Surat Perintah Sebelas Maret.
Setelah diterbitkannya Supersemar, banyak peristiwa yang terjadi diluar kendali Presiden Soekarno.
Lewat surat tersebut, Soeharto mulai melakukan pembersihan terhadap anggota dari PKI termasuk menangkap 15 orang menteri Soekarno yang diklam simpatisan PKI.
Akibat hal tersebut kekuasaan yang dimiliki Soekarno sebagai presiden semakin terbatas sejak adanya Supersemar hingga akhirnya Kekuasaan Presiden Soekarno selasai dan digantikan Letjen Soeharto sebagai Presiden. Hal ini menandai transisi kekuasaan dari Orde Lama ke Orde Baru
Namun Sejak Peristiwa Supersemar tersebut naskah asli Supersemar sampai sekarang belum ditemukan keberadaanya. Meskipunada beberapa salinan supersemar di Arsip Nasional namun Arsip tersebut dapat dinyatakan tidak asli.
Penulis: Yulita Dyah Kusumasari
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira