JP Radar Kediri- Perayaan Rabu Abu merupakan salah satu tradisi gerejawi yang dimana hal ini menjadi salah satu perayaan pada masa prapaskah.
Dalam kalender kristen barat Rabu Abu adalah hari pertama prapaskah yang berlangsung enam setengah minggu atau 40 sebelum masa Paskah yang dilaksanakan diantara tanggal 4 Februari- 11 Maret.
Rabu Abu sendiri merupakan peringatan akan kematian manusia dan perlunya rekonsiliasi dengan Tuhan dan menandai dimulainya masa Prapaskah tobat.
Nama Rabu Abu, berasal dari praktek yang biasa dilakukan pada ibadahnya, yakni penggambaran tanda salib dikening/dahi jemaat sebagai tanda atau simbol pertobatan.
Abu yang digunakan dalam ibadah Rabu Abu biasanya berasal dari hasil pembakaran daum palem yang disimpan oleh masing-masing warga jemaat pada masa minggu palmarum pada tahun gerejawi sebelumnya.
Pemberian abu di dahi ini dilakukan oleh pendeta yang melayani dan diberikan kepada umat yang hadir, sambil menggambar salib di dahi, pendeta akan mengutip ayat Alkitab Markus 1: 15.
Menurut Alkitab, abu merupakan penggambaran masa berkabung. Menaburkan abu di kepala atau duduk diatas abu merupakan cara seseorang untuk mengungkapkan kedudukan atas dosa-dosa yang telah diperbuatnya.
Abu melambangkan pertobatan, kerendahan hati dan hidup manusia yang fana sementara di dunia ini.
Dalam sejarahnya, Abu sendiri melambangkan perkabungan, termasuk rasa pertobatan dan penyesalan manusia yang ditulis pada Yunus Pasal 3
Pada perjanjian baru Yesus menyinggung penggunaan abu yang ditujukan untuk kota yang menolak melakukan pertobatan dari dosa.
Gereja mula-mula juga menggunakan abu sebagai hal serupa. Lalu, pada abad pertengahan gereja memakai abu sebagai simbol pertobatan pada masa prapaskah.
Masa prapaskah sudah dimulai sejak awal abad ke-4 di gereja-gereja kristen barat. Istilah Rabu Abu sudah dilakasanakan sejak abad ke 10-11 masehi jauh sebelum reformasi gereja dilakukan.
Rabu Abu memiliki makna sebagai waktu untuk merenungkan dosa-dosa yang telah kita perbuat serta berusaha menebusnya.
Momen Rabu Abu bertujuan untuk mengarahkan hati kepada Yesus Kristus yang telah mengorbankan diri-Nya demi menebus dosa umat manusia.
Penulis: Yulita Dyah Kusumasari
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira