JP Radar Kediri - Pulau Bangka Belitung juga dikenal dengan negeri laskar pelangi. Nama tersebut muncul dari buku novel best seller berjudul Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Buku ini bercerita tentang perjuangan anak-anak menempuh pendidikan di Bangka Belitung.
Bangka Belitung terletak di bagian timur Pulau Sumatera, dekat Provinsi Sumatera Selatan. Dikenal sebagai daerah penghasil timah beribu kota di Pangkalpinang.
Di balik pantainya yang indah, pulau Bangka Belitung memiliki legenda yang tersohor. Cerita rakyat ini mengisahkan seorang gadis sakti yang mengalahkan burung ganas yang meresahkan warga.
Kisahnya berawal dari pasangan suami istri bernama Pak Indra dan Bu Tumini yang tinggal di sebuah rumah kecil. Sehari-hari mereka bertani serta menangkap ikan di laut untuk memenuhi kebutuhan.
Baca Juga: Tua Bangka, Cemburu Buta, Masuk Penjara
Namun sudah lama pasutri ini belum dikaruniai anak. Hingga suatu hari, sepulang melaut Pak Indra tersandung sepotong bambu. Dia mengambilnya lalu membuangnya ke laut. Setelah itu melanjutkan perjalanannya pulang.
Namun tidak jauh melangkah dari sana, Pak Indra kembali tersandung bambu yang sama dengan yang dibuang sebelumnya.
Akhirnya Pak Indra memutuskan membawa pulang. Bambu tersebut disimpan dalam rumahnya. Tak disangka bambu itu tiba-tiba meledak. Ketika melihat bambu tersebut, Pak Indra justru menemukan seorang bayi perempuan dari dalamnya.
Pasutri ini pun senang mendapatkan anak yang lama diidam-idamkan. Mereka memberi nama Putri Pinang Gading. Anak itu beranjak menjadi gadis yang baik hati dan memiliki kemampuan mumpuni.
Baca Juga: Legenda Burung Pelatuk Bawang Dalam Budaya Jawa, Ternyata Terukir Di Relief Candi Borobudur
Pada suatu hari, Kampung Kelekak Remban di sebelah desa Putri Pinang diserang burung Gerude yang ganas. Burung ini memangsa orang-orang sehingga membuat masyarakat Kampung Kelekak ketakutan keluar rumah.
Mendengar kabar ini, Putri Pinang Gading meminta izin orang tuanya ke Kampung Kelekak Remban. Pak Indra dan Bu Tumina mengizinkan dan membekali putrinya anak panah yang dibubuhi racun.
Sesampainya di sana, Putri Pinang Gading bersembunyi di sebuah pohon besar. Dirinya mengamati gerak gerik burung Gerude dengan seksama. Ketika burung tersebut lengah, Putri Pinang Gading langsung menembakkan anak panahnya. Serangan itu berhasil mengenai dan membuat burung ganas tersebut mati seketika. Masyarakat Kampung Kelekak Remban akhirnya terbebas dari bencana.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira