JP Radar Kediri- Di balik keindahannya yang mempesona, Waduk Cacaban di Kabupaten Tegal menyimpan banyak mitos dan cerita yang dipercaya masyarakat sekitarnya.
Salah satunya adanya mitos cungkir emas Soekarno yang kabarnya ada di dasar perairan waduk.
Jika ditelusuri dari sejarahnya, pembangunan bendungan besar ini memang dimulai saat era Presiden Soekarno pada tahun 1952.
Saat itu tempat yang akan dibangun waduk masih berbentuk pedusunan.
Jumlahnya ada 9 desa. Penduduknya kemudian direlokasikan. Itu demi terwujudnya rencana pembangunan waduk di daerah tersebut.
Pada prosesi peletakan batu pertamanya hadir juga Presiden Soekarno di Tegal. Sang proklamator melakukan peletakan batu pertama menggunakan cungkir emas.
Dari sejarah inilah beredar mitos jika cungkir emas yang digunakan presiden pertama RI itu masih terdapat didalam dasar waduk.
Namun tak diketahui kebenaran informasi tersebut, sehingga menjadi mitos di kalangan masyarakat.
Yang pasti, Soekarno lah yang menjadi tokoh yang memberikan nama Cacaban pada waduk ini.
Asal katanya dari bahasa Jawa, yaitu ancaban. Artinya, yang menarik perhatian atau buat penasaran.
Selain cungkir Soekarno, beberapa cerita lain juga beredar di sekitar waduk Cacaban.
Namun kebanyakan hanya mitos belaka, namun menurut penuturan warga sekitar jika hal ganjil memang kerap kali terjadi.
Meski begitu, tak perlu ditakuti selagi berniat baik dan tidak gegabah jika masuk area waduk.
Waduk ini letaknya tidak jauh dari Slawi, lebih kurang 9 km ke arah timur. Tepatnya di desa Karanganyar, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal.
Pembangunan waduk memakan waktu 6 tahun. Pengerjaannya selesai tepat pada 19 Mei 1958.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira