JP Radar Kediri- Tari Gandrung tak sekadar pertunjukan seni dan simbol budaya masyarakat Banyuwangi. Namun tari tradisional dari ujung timur Pulau Jawa ini juga kental nuansa mistis.
Banyak cerita rakyat dan mitos tentang asal-usul tari Gandrung, serta kekuatan magis yang terkandung di dalamnya. Konon, penari Gandrung memiliki kemampuan khusus menghipnotis penonton, bahkan disebut-sebut dapat memanggil roh-roh gaib.
Anggapan ini semakin berkembang dengan dugaan bahwa film KKN di Desa Penari yang booming pada 2022 berlokasi di Banyuwangi.
Film yang lekat dengan tarian Badarawuhi ini memicu perbincangan hangat netizen yang menyebut tarian di film itu tari Gandrung.
Selain itu, tarian ini juga dianggap sebagai ritual pemikat menaklukkan pria idaman.
Tari Gandrung dipercaya berasal dari tradisi masyarakat pesisir Banyuwangi yang terpengaruh berbagai kebudayaan, seperti Hindu, Islam, dan budaya lokal.Tari ini merupakan perpaduan simbol budaya dengan elemen mistis.
Namun pada akhirnya, sulit memastikan apakah tari Gandrung lebih tepat disebut simbol budaya atau ritual mistis. Sebab keduanya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari tarian ini.
Gerakannya yang lemah gemulai, kostumnya yang mencolok, serta musik pengiringnya yang khas, menjadikan tarian ini begitu unik dan menarik.
Awalnya, tari ini ditampilkan sebagai bentuk syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah dan diiringi dengan ritual-ritual tertentu untuk memohon keselamatan.
Seiring berjalannya waktu, tari Gandrung telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Banyuwangi. Tarian ini seringkali dipentaskan dalam berbagai acara adat, festival, maupun perayaan lainnya.
Setiap gerakan dan simbol yang terkandung dalam tarian ini memiliki makna filosofis yang mendalam, mencerminkan nilai-nilai luhur warga Banyuwangi.
Melalui tari ini, masyarakat Banyuwangi tidak hanya mengekspresikan diri, tetapi juga menjaga dan melestarikan warisan budaya nenek moyang.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira