Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Disebut Museum Gajah, Museum Nasional Indonesia Ternyata ada Hubungannya dengan Raja Thailand

Endro Purwito • Kamis, 20 Februari 2025 | 08:30 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri - Museum Nasional Indonesia (MNI ) di Jakarta juga dikenal dengan sebutan Museum Gajah atau Gedung Gajah.

Museum ini menyimpan berbagai koleksi bersejarah yang luar biasa. Lantas mengapa disebut dengan Museum Gajah?

Sebutan tersebut tidak terlepas dari keberadaan patung di halaman depannya. Di sana memang terdapat sebuah patung gajah perunggu. Usut punya usut patung besar itu ada kaitannya dengan Negeri Gajah Putih, Thailand.

Sebab patung perunggu itu merupakan hadiah dari Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Thailand. Dia pernah berkunjung ke museum pada tahun 1871.

Tidak sedikit juga yang menyebut museum ini dengan museum arca karena di dalam gedung memang banyak tersimpan berbagai jenis dan bentuk arca yang berasal dari berbagai periode.

MNI lahir diawali dengan berdirinya suatu himpunan yang bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, didirikan oleh Pemerintah Belanda pada tanggal 24 April 1778.

Pada masa itu di Eropa tengah terjadi revolusi intelektual (the Age of Enlightenment) yaitu dimana orang mulai mengembangkan pemikiran-pemikiran ilmiah dan ilmu pengetahuan.

Pada tahun 1752 di Haarlem, Belanda berdiri De Hollandsche Maatschappij der Wetenschappen (Perkumpulan Ilmiah Belanda). Hal ini mendorong orang-orang Belanda di Batavia (Indonesia) untuk mendirikan organisasi sejenis.

Sesuai dengan definisi terbaru museum menurut ICOM (praha, 24 Agustus 2022) yaitu Museum adalah lembaga nirlaba dan permanen yang melayani masyarakat, yang meneliti, mengumpulkan, melestarikan, menafsirkan, dan memamerkan warisan budaya berwujud dan tak berwujud.

Terbuka untuk umum, mudah diakses, dan inklusif, museum mendorong keberagaman dan keberlanjutan.

Museum beroperasi dan berkomunikasi secara etis, profesional, dan dengan partisipasi masyarakat, menawarkan berbagai pengalaman untuk pendidikan, hiburan, refleksi, dan berbagi pengetahuan.

Museum Nasional Indonesia juga memiliki fungsi sebagai lembaga penelitian dan studi mengenai warisan busaya Indonesia, serta pusat informasi yang memiliki sifat edukatif, kultural, serta rekreatif.

Dalam perjalanannya, MNI menghadapi berbagi tantangan yang membuatnya semakin berkembang. MNI selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik melalui berbagai inovasi di segala aspek.

Pembaruan tata pamer yang menarik, sajian koleksi yang informatif dan dukungan teknologi informasi juga dihadirkan untuk menampilkan koleksi. September 2024 MNI sempat ditutup untuk umum guna melakukan perbaikan menyeluruh pada museum.

Hingga pada tanggal 10 Oktober 2024 yang lalu, Indonesian Heritage Agency (IHA) secara resmi mengumumkan bahwa Museum Nasional Indonesia (MNI) kembali dibuka untuk masyarakat mulai 15 Oktober 2024.

Pembukaan ini menandai awal baru bagi tata kelola museum di Indonesia. MNI yang kini hadir dengan fasilitas yang telah diperbarui, pameran interaktif, dan pengalaman edukatif yang lebih mendalam agar museum menjadi sumber pengetahuan dan inspirasi yang menyenangkan.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #museum nasional #Museum gajah #gajah thailand #raja thailand