Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jejak Ramadan di Tanah Jawa. Pasar Bandeng, Spirit Ekonomi Sunan Giri

Arif Miftaqhul Huda • Selasa, 18 Februari 2025 | 21:30 WIB
pasar bandeng tempo dulu
pasar bandeng tempo dulu

JP Radar Kediri - Pasar Bandeng di Gresik merupakan tradisi turun-temurun yang kian dikenal menjelang Lebaran. Setiap tahunnya tradisi ini diadakan pada malam ke-25 hingga akhir Ramadan dan menjadi magnet bagi masyarakat lokal maupun pengunjung dari luar daerah.

Acara ini tak hanya berfokus pada transaksi jual beli, melainkan juga mengusung nuansa budaya dan kekeluargaan yang kental.

Baca Juga: Inilah Cerita Firasat Raja Jatuh dari Gajah Jadi Sebab Runtuhnya Kerajaan Pajang

Sejarah Pasar Bandeng bermula dari zaman penyebaran Islam di Gresik. Konon tradisi ini telah ada sejak masa Sunan Giri di mana para santri dari pondok Giri Kedhaton yang akan melakukan mudik membawa pulang oleh-oleh berupa ikan bandeng segar.

Kebiasaan ini kemudian berkembang menjadi suatu acara yang mempertemukan para pedagang, petani tambak, dan masyarakat yang ingin menikmati hidangan khas tersebut.

Awal terciptanya Pasar Bandeng tidak lepas dari letak geografis Gresik sebagai daerah pesisir. Ketersediaan ikan bandeng yang melimpah mendorong para nelayan dan pedagang untuk membuka stan-stan penjualan.

Baca Juga: Jejak Ramadhan di Tanah Jawa, Nyadran Sarana Penghubung ke Pendahulu

Seiring waktu pasar ini tumbuh dan menyebar sepanjang jalan utama kota, dengan stan-stan yang membentang hingga mencapai tiga kilometer.

Seiring modernisasi tradisi Pasar Bandeng telah mengalami pengembangan. Selain jual beli, acara ini kini diwarnai dengan kontes bandeng kawak, lelang ikan, dan berbagai kegiatan hiburan yang menambah semarak perayaan menjelang Idul Fitri.

Kompetisi ini tidak hanya menarik perhatian masyarakat tetapi juga menjadi ajang unjuk kebolehan para petambak dalam menghasilkan ikan bandeng berkualitas.

Di balik kemeriahan dan nilai ekonomisnya Pasar Bandeng Gresik juga memiliki peran sosial yang signifikan. Acara ini menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan antarwarga dan menjaga warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Baca Juga: Jejak Ramadhan di Tanah Jawa : Padusan, Tradisi Penyucian Diri

Selain mendukung perekonomian lokal, tradisi ini juga berfungsi sebagai sarana pelestarian identitas budaya Gresik yang kental dengan nilai keislaman dan kekeluargaan.

Keberlangsungan Pasar Bandeng hingga kini menunjukkan betapa kuatnya akar budaya yang telah terpatri di masyarakat Gresik. Melalui inovasi dan pengembangan yang tetap mengedepankan nilai-nilai tradisional, pasar ini tidak hanya menjadi pusat kegiatan ekonomi, tetapi juga simbol warisan budaya yang terus hidup.

Editor : Miko
#ekonomi #gresik #Pasar Bandeng #ramadan