Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kue Apem, Simbol Pengampunan dan Maaf

Arif Miftaqhul Huda • Senin, 17 Februari 2025 | 23:52 WIB

kue apem, sajian khas yang harus ada saat megengan
kue apem, sajian khas yang harus ada saat megengan

JP Radar Kediri - Kue apem telah lama menjadi bagian penting dalam tradisi Megengan sebuah ritual penyambutan Ramadan yang kental dengan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Jawa. Dalam momen Megengan kue apem tidak hanya sekadar hidangan melainkan juga menjadi simbol permohonan maaf dan penyucian diri sebelum memasuki bulan puasa. Ritual ini mengajarkan pentingnya mengikhlaskan segala dosa serta menyambut Ramadan dengan hati yang bersih.

Baca Juga: Misteri dan Keberkahan, Mitos Burung Perkutut dalam Budaya Jawa dan Bali

Asal-usul kue apem sendiri dipercaya berasal dari kata “afwan” dalam bahasa Arab yang berarti permohonan maaf. Hal ini sejalan dengan filosofi Megengan di mana setiap individu diharapkan untuk saling memaafkan dan membersihkan diri baik secara fisik maupun spiritual. Kue apem pun hadir sebagai representasi visual dari nilai tersebut yang kemudian menjadi tradisi turun-temurun dalam masyarakat Jawa.

Baca Juga: Sejarah Weton Jawa, Dari Kepercayaan hingga Ramalan

Proses pembuatan kue apem yang sederhana namun kaya rasa mencerminkan kekayaan budaya Jawa. Terbuat dari tepung beras, gula, dan santan kue ini diproses dengan teknik tradisional yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Setiap gigitan kue apem menyimpan cerita tentang kesederhanaan, keikhlasan, dan semangat untuk memulai kembali dengan penuh berkah.

Baca Juga: Harus Tahu! Ini Dia Penyebab Kue Lapis Legit Harganya Mahal

Dalam perayaan Megengan kue apem disajikan bersama hidangan lain seperti nasi berkat dan buah-buahan sebagai simbol saling berbagi dan mempererat tali persaudaraan. Masyarakat berkumpul di masjid, mushola, atau bahkan di rumah untuk melakukan ritual doa bersama dan pembacaan ayat suci  dan di mana kue apem menjadi bagian penting dari persembahan yang dibagikan kepada semua yang hadir.

Baca Juga: Bola-Bola Cokelat Biskuit, Sajian Istimewa Valentine, Mudah Membuatnya

Kehadiran kue apem dalam tradisi Megengan juga mengandung pesan moral yang mendalam. Di tengah kesibukan persiapan menyambut Ramadan, hidangan ini mengingatkan setiap individu akan pentingnya mengampuni, memperbaiki hubungan, dan menyucikan hati. Nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk menapaki bulan Ramadan dengan semangat baru dan ketulusan hati.

Baca Juga: Intip Cara Membuat Bika Ambon, Makanan Yang Lagi Viral di Tiktok Dijamin Bikin Nagih

Dengan tetap dilestarikannya tradisi kue apem dalam ritual Megengan masyarakat Jawa terus memelihara warisan budaya yang kaya makna. Melalui hidangan sederhana ini pesan perdamaian, pengampunan, dan kebersamaan dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya sekaligus menjadi jembatan antara tradisi leluhur dan kehidupan modern dalam menyambut Ramadan.

Editor : Miko
#kuliner #kue #apem #kue apem