JP Radar Kediri - Cinta dirayakan dalam berbagai bentuk di seluruh dunia tidak hanya pada 14 Februari atau pada Hari Valentine saja. Banyak budaya memiliki tradisi khusus untuk mengekspresikan kasih saying baik dalam bentuk legenda, simbol, maupun ritual yang unik. Dari perayaan yang berasal dari mitologi kuno hingga tradisi modern yang berkembang berikut lima perayaan cinta yang menarik selain Hari Valentine.
Qixi Festival – Hari Valentine dari Tiongkok
Qixi Festival dirayakan pada hari ke-7 bulan ke-7 dalam kalender lunar Tiongkok. Festival ini terinspirasi dari kisah cinta tragis Zhinü seorang peri penenun dan Niulang seorang gembala sapi yang hanya bisa bertemu setahun sekali di langit. Perayaan ini melibatkan doa untuk cinta dan pernikahan yang bahagia serta berbagai kegiatan budaya seperti kompetisi menenun.
Tanabata – Festival Harapan di Jepang
Tanabata yang berarti "Malam Ketujuh" memiliki asal-usul yang mirip dengan Qixi Festival. Pada hari ini masyarakat Jepang menuliskan harapan mereka pada kertas warna-warni yang disebut tanzaku dan menggantungkannya di pohon bambu. Tanabata tidak hanya tentang cinta romantis tetapi juga tentang impian dan cita-cita yang ingin diwujudkan.
Lupercalia – Perayaan Romawi Kuno yang Menjadi Cikal Bakal Valentine
Sebelum adanya Hari Valentine bangsa Romawi merayakan Lupercalia pada 13-15 Februari. Festival ini berfungsi sebagai ritual kesuburan dan perlindungan dari roh jahat. Meskipun beberapa aspek perayaan ini dianggap kontroversial banyak sejarawan percaya bahwa tradisi ini berkontribusi pada lahirnya perayaan Valentine modern.
White Day – Balasan Cinta di Jepang dan Korea Selatan
Dirayakan setiap 14 Maret White Day merupakan kelanjutan dari Hari Valentine. Jika pada 14 Februari wanita memberikan cokelat kepada pria maka pada White Day pria membalas dengan hadiah seperti cokelat putih, permen, atau barang berharga lainnya. Tradisi ini menunjukkan konsep timbal balik dalam kasih sayang.
Black Day – Perayaan untuk Para Lajang di Korea Selatan
Tidak semua orang memiliki pasangan di Hari Valentine atau White Day. Di Korea Selatan 14 April dikenal sebagai Black Day di mana mereka yang tidak menerima hadiah berkumpul untuk makan jajangmyeon (mie dengan saus kacang hitam). Perayaan ini menjadi ajang solidaritas bagi para lajang dan merayakan kebebasan dalam status mereka.
Dari legenda kuno hingga perayaan modern, tradisi ini membuktikan bahwa cinta dirayakan dengan cara yang beragam di berbagai budaya. Meskipun bentuknya berbeda, esensi dari semua perayaan ini tetap sama: merayakan kasih sayang dalam berbagai aspek kehidupan.
Editor : Miko