Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sejarah Shio, Kenapa Dilambangkan dengan 12 Hewan?

Redaksi Radar Kediri • Kamis, 13 Februari 2025 | 17:39 WIB
ilustrasi hewan sebagai lambang shio.
ilustrasi hewan sebagai lambang shio.

JP Radar Kediri - Dalam kebudayaan Tionghoa, shio adalah perwakilan 12 hewan yang melambangkan tahun pada astrologi Tionghoa.

Kedua belas hewan tersebut di antaranya adalah, tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing dan babi.

Dalam budaya masyarakat Tionghoa, shio sering dijadikan kepercayaan untuk menilai keberuntungan nasib kehidupan seseorang. Orang Tionghoa sering menggunakan shio dalam mengungkap berbagai hal seperti sifat, karier, rezeki bahkan jodoh.

Lantas, bagaimana sejarah sehingga shio bisa menggunakan lambang kedua belas hewan ini?  

Hal ini bermula dari kisah
Kaisar Giok yang mengadakan suatu perlombaan di hari ulang tahunnya. Sang kaisar ingin memilih 12 hewan sebagai penjaga pribadinya. Dia kemudian memberikan pesan pada makhluk di bumi untuk mengikuti lomba menyebrangi sungai untuk mencapai gerbang langit.

Baca Juga: Sambut Tahun Baru Imlek, Masyarakat Tumplek Blek di Halaman Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Kota Kediri Saksikan Pentas Barongsai

Mendengar hal itu, semua hewan berlomba-lomba untuk menyebrangi sungai. Tikus bangun sangat pagi namun terhenti saat melihat arus sungai yang deras. Ia kemudia melihat kerbau yang sedang menyebrang dan ia melompat ke telinga kerbau tersebut.

Saat akan mencapai gerbang langit, tikus dengan liciknya melompat terlebih dahulu dan menjadikan ia hewan pertama yang lolos dan menjadi shio pertama disusul dengan kerbau sebagai peringkat kedua.

Di belakang mereka macan dan kelinci berada di urutan 3 dan 4 karena kecepatan mereka. Namun, macan mendapat peringkat 4 karena ia sedikit lebih cepat dan kelinci berada di peringkat ke 4.

Naga yang bisa terbang dengan mudah melewati sungai. Namun ia terlampat mengikuti perlombaan karena sedang membantu orang lain yang butuh banuan. Naga masuk menjadi peringkat ke 5.

Baca Juga: Imlek, Mengenal Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Kota Kediri! Berusia Ratusan Tahun, Tertua Kelima di Jawa Timur 
Ular yang cerdik pun mengatakan pada kaisar bahwa naga adalah ayah angkat dari ular, sehingga ular berada di posisi ke 6.

Kuda dan kambing adalah hewan yang baik hati, mereka membiarkan hewan lain mendahului mereka. Kaisar yang melihat sifat baik mereka pun menempatkan mereka pada urutan ke 7 dan ke 8.

Monyet tertinggal dibelakang, namun ia segera memanjat melalui pohon dan batu sehingga ia mendapatkan peringkat ke 9.

Ayam dan anjing menyusul di peringkat 10 dan 11 karena mereka bekerja sama untuk mencapai gerbang langit sebab mereka tidak bisa berenang.

Babi yang bermalas-malasan akhirnya menjadi hewan ke 12 yang mencapai gerbang langit.

Pada akhirnya ke 12 hewan telah mencapai gerbang langit dan mereka menjadi symbol dalam 12 shio yang ada di kalender China.


Penulis adalah Joenaidi Zidane Mahasiwa Magang dari PNM

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #sejarah shio #shio #tionghoa #jawapos #cina