Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Horor Sekali ! Mitos Kutukan di Situbondo, Ada Dusun yang Jumlah KK tidak Boleh Lebih dari 26 KK, Simak Penjelasannya

Redaksi Radar Kediri • Selasa, 11 Februari 2025 | 21:54 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri- Ada satu dusun di Kabupaten Situbondo yang unik dan punya aura mistis. Pasalnya jumlah penduduk di Dusun Karang Kenek, Desa Olean, Kecamatan/Kabupaten Situbondo,ini seolah hanya ‘dibatasi’ 26 kepala keluarga (KK).
Mistisnya, setiap ada warga baru dan jumlahnya lebih dari 26 KK, selalu ada yang meninggal atau pindah ke daerah lain. Luas Dusun Karang Kenek sekitar 2 hektare dikelilingi persawahan. Karang Kenek berarti kampung kecil. Kampung ini berada di barat Pabrik Gula (PG) Olean.

Suasananya tampak seperti kampung mati dan terkesan tidak ada penghuni. Lokasinya terpencil. Yang terlihat hanya pohon besar mengelilingi kampung. Mayoritas warganya buruh tani dan petani.

Tapi benarkah jumlah 26 penghuni tersebut berkaitan dengan kutukan dan mitos yang hingga kini masih dipercaya. Bahkan hingga sekarang kepercayaan tentang jumlah penghuni tersebut masih dipegang teguh oleh masyarakat setempat. Mengutip dari beberapa sumber, kepercayaan mitos ini dimulai dari cerita hidup leluhur. Dikisahkan, orang pertama yang mendiami dusun Karang Kenek terlibat perjanjian dengan makhluk gaib.

Hal ini dilakukan saat Tumenggung memimpin sebuah pedepokan di dusun tersebut. Sementara warga Karang Kenek saat ini tidak semuanya mengetahui cerita tersebut. Mayoritas hanya mengetahui sosok Pangeran Tunggul Angin, leluhur yang berjasa bagi dusun di masa silam.

Karena angka identik tersebut, Dusun Karang Kenek kemudian dikenal dengan sebutan Karang Kenek 26. Keyakinan warga dusun mistis ini tentang kutukan itu semakin kuat lantaran pernah ada beberapa bukti yang menguatkannya. Salah satunya jika jumlah KK bertambah, akan ada hal buruk terjadi, mulai dari merasa tak betah hingga meninggal dunia. Peristiwa-peristiwa masa lalu itulah yang kemudian semakin mengekalkan mitos Karang Kenek 26 dan menyebut hal ini berkaitan dengan kutukan masa lalu.

Masyarakat Dusun Karang Kenek sebagian besar berprofesi sebagai pedagang dan petani. Banyak tanah-tanah kosong membentang luas di dusun ini. Tanah-tanah kosong tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai kawasan wisata. Tidak tanggung-tanggung, kawasan wisata Karang Kenek 26 kini menjadi salah satu wisata andalan di Situbondo.
Uniknya, bangunan-bangunan di kawasan wisata ini sebagian besar terbuat dari bambu. Bambu dipilih karena menjadi simbol kearifan lokal.

Penulis: Endro Purwito

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #horor #mitos #balai desa #situbondo