Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dari Valentine ke Black Day, Tradisi Unik di Korea Selatan

Arif Miftaqhul Huda • Selasa, 11 Februari 2025 | 07:14 WIB
pada saat Black Day pria dikorea akan memakan jjajangmyeon sebagai bentuk kesedihan.
pada saat Black Day pria dikorea akan memakan jjajangmyeon sebagai bentuk kesedihan.

JP Radar Kediri - Hari Valentine, White Day, dan Black Day adalah rangkaian perayaan setelah Hari Valentine yang dimiliki oleh Korea Selatan.

Berbeda dari negara lain di Korea Selatan perayaan ini memiliki aturan tersendiri di mana Hari Valentine menjadi momen wanita memberikan cokelat kepada pria. Sementara White Day sebulan setelahnya adalah waktu bagi pria untuk membalas hadiah tersebut.

Namun, bagi mereka yang tidak mendapatkan hadiah di dua hari tersebut adalah Black Day sebagai ajang untuk merayakan status lajang mereka.

Pada 14 Februari wanita Korea memberikan cokelat kepada pria sebagai tanda kasih sayang atau ketertarikan. Kemudian pada 14 Maret, pria yang menerima cokelat akan membalasnya dengan memberikan hadiah kepada wanita dalam perayaan White Day. 

Tapi tidak semua orang beruntung mendapatkan hadiah di dua momen ini, sehingga muncul Black Day pada 14 April sebagai bentuk "perayaan" bagi mereka yang masih single.

jjajangmyeon (짜장면)
jjajangmyeon (짜장면)

Black Day menjadi momen bagi para lajang untuk berkumpul bersama teman-teman yang senasib. Mereka mengenakan pakaian serba hitam dan makan jajangmyeon (mie dengan saus kedelai hitam) yang menjadi simbol "kesendirian." 

Meskipun terdengar melankolis perayaan ini justru menjadi ajang kebersamaan yang menyenangkan bagi mereka yang belum memiliki pasangan.

Selain sekadar makan jajangmyeon beberapa tempat di Korea Selatan juga mengadakan acara khusus untuk para lajang pada Black Day. 

Beberapa restoran dan kafe menawarkan promo menarik sementara acara Blind Date dan kompetisi khusus juga kerap diadakan untuk memberikan kesempatan bagi mereka yang ingin mencari pasangan.

Meskipun dimulai dari tradisi yang terkesan "menyedihkan," Black Day kini menjadi lebih dari sekadar momen merayakan kesendirian. 

Banyak orang justru menggunakannya untuk bersenang-senang, berkumpul dengan teman atau bahkan menjadikannya peluang untuk menemukan pasangan baru. Dari Valentine hingga Black Day ketiga perayaan ini menggambarkan bagaimana budaya Korea mengakomodasi berbagai fase dalam kehidupan percintaan.

Pada akhirnya, baik Hari Valentine, White Day dan Black Day memiliki peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat Korea Selatan. Bagi yang merayakan, ini bukan hanya tentang cinta, tetapi juga tentang merayakan status mereka, baik sebagai pasangan maupun sebagai individu yang menikmati kebebasan.

Editor : Miko
#Black Day #white day #Korea Selatan #valentine #jjajangmyeon #Korean food #valentine day