Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sejarah Asal Mula Karaoke, Dimulai Dari Pop Kultur Jepang hingga Mendunia

Radyan Fahmi Asshidqi • Sabtu, 8 Februari 2025 | 00:11 WIB
Seorang gadis di Jepang sedang menyanyikan di ruangan karaoke.
Seorang gadis di Jepang sedang menyanyikan di ruangan karaoke.

 

 

JP Radar Kediri- Siapa yang tak kenal karaoke? Karaoke menjadi hiburan bagi banyak orang di seluruh penjuru dunia. Karaoke bukan sekadar sarana melepas stres, tapi juga ajang unjuk gigi bagi yang ingin merasakan jadi penyanyi amatir.

Semua hal ini berawal dari inovasi sederhana di Jepang pada awal 1970-an. Mari simak kisah bagaimana karaoke berkembang dari sebuah mesin kecil di Kobe hingga menjadi hiburan yang mendunia.

Awal Mula

Sejarah karaoke dimulai di Jepang pada tahun 1971, ketika seorang musisi bernama Daisuke Inoue menciptakan sebuah mesin yang memungkinkan orang bernyanyi dengan iringan musik tanpa vokal utama.

Baca Juga: Misteri dan Keberkahan, Mitos Burung Perkutut dalam Budaya Jawa dan Bali

Saat itu, Inoue adalah seorang drummer yang sering tampil di bar-bar di kota Kobe. Ia sering mengiringi pelanggan yang ingin menyanyi di bar tempatnya bekerja. Namun, ketika diminta mengiringi lagu yang sama berulang kali, ia mendapat ide, “bagaimana jika ada mesin yang bisa memutar musik instrumental tanpa harus ada musisi yang mengiringi?” Dari ide itulah, ia menciptakan mesin bernama "8-Juke", yang menggunakan kaset 8-track untuk menyimpan musik latar lagu-lagu populer.

Mesinnya langsung menarik perhatian, dan berbagai bar di Jepang mulai menggunakannya. Sayangnya, Inoue tidak mematenkan temuannya, sehingga banyak perusahaan lain yang mengembangkan teknologi karaoke dan menjadikannya bisnis besar tanpa ia mendapat keuntungan langsung.

Booming Karaoke

Pada 1980-an, karaoke semakin berkembang di Jepang dengan munculnya laserdisc, yang meningkatkan kualitas suara dan memperbanyak koleksi lagu yang tersedia. Tidak hanya di bar, karaoke juga mulai masuk ke rumah-rumah dengan perangkat home karaoke berbasis kaset dan CD.

Namun, inovasi terbesar datang pada 1990-an dengan munculnya "karaoke box" ruang privat yang disewakan bagi pelanggan yang ingin bernyanyi tanpa merasa canggung di depan orang asing. Dengan harga terjangkau dan suasana yang lebih intim, karaoke box langsung menjadi tren di Jepang dan mulai menjamur di berbagai kota.

Di Jepang, karaoke bukan sekadar hiburan. Budaya nomikai, yaitu pesta minum bersama rekan kerja, sering kali diakhiri dengan sesi karaoke. Banyak perusahaan bahkan menggunakan karaoke sebagai cara untuk mempererat hubungan antar pekerja.

Mulai Mendunia

Kesuksesan karaoke di Jepang dengan cepat menyebar ke negara-negara lain. Korea Selatan mengadaptasi konsep ini dengan nama noraebang, yang berarti ‘ruang menyanyi.’ Di Tiongkok, Hong Kong, dan Taiwan, karaoke juga menjadi budaya masyarakat setempat dengan cepat.

Di Amerika Serikat dan Eropa, karaoke awalnya dianggap sebagai tren unik dari Asia. Namun, seiring waktu, karaoke mulai masuk ke bar, klub malam, dan bahkan restoran. Tempat karaoke mulai bermunculan di berbagai kota besar, menawarkan pengalaman menyanyi di depan publik dengan suasana yang lebih menyenangkan.

Pada 1990-an dan awal 2000-an, karaoke semakin berkembang dengan hadirnya teknologi VCD dan DVD, yang memungkinkan orang bernyanyi di rumah dengan katalog lagu yang lebih luas.

Karaoke di Era Digital

Memasuki era internet, karaoke pun berevolusi. Jika dulu orang harus datang ke karaoke box atau membeli VCD, kini mereka cukup mengakses lagu-lagu karaoke secara online. Perusahaan seperti JOYSOUND dan DAM di Jepang menciptakan layanan karaoke berbasis internet yang memungkinkan pengguna memilih lagu secara langsung dari database online.

Karaoke semakin meledak dengan munculnya aplikasi seperti Smule, Youtube Karaoke, hingga fitur karaoke di TikTok, yang memungkinkan siapa saja bernyanyi dan berbagi video mereka dengan dunia.

Kini, karaoke bukan hanya tentang menyanyi, tetapi juga tentang membangun komunitas dan mengekspresikan diri di platform digital.

Dampak Karaoke pada Pop Kultur dan Industri Musik

Lebih dari sekadar hiburan, karaoke telah memberi dampak besar pada industri musik dan budaya populer. Banyak penyanyi yang awalnya hanya bernyanyi di karaoke, kini menjadi bintang terkenal. Bahkan, acara pencarian bakat sering kali menggunakan konsep karaoke dalam format kompetisi mereka.

Selain itu, karaoke juga membantu melestarikan lagu-lagu lama. Dengan katalog lagu yang luas, generasi muda bisa mengenal dan menyanyikan lagu-lagu klasik dari berbagai era.

Penutup

Dari sebuah mesin sederhana di Kobe hingga aplikasi karaoke yang dapat diakses dari masing-masing smartphone, inovasi dalam karaoke tidak pernah berhenti.

Lebih dari sekadar hiburan, karaoke sudah jadi bagian dari kehidupan sosial, media ekspresi diri, dan bahkan sarana untuk menjalin kebersamaan. Dengan teknologi yang terus berkembang, karaoke akan tetap menjadi sarana hiburan dari generasi ke generasi.

Editor : Jauhar Yohanis
#karaoke