Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kenapa Imlek Identik dengan Warna Merah? Begini Penjelasannya

Shinta Nurma Ababil • Selasa, 28 Januari 2025 | 22:28 WIB
Petunjukan Barongsai yang menjadi tradisi Imlek.
Petunjukan Barongsai yang menjadi tradisi Imlek.

JP Radar Kediri – Imlek atau Tahun Baru China merupakan perayaan tahun baru yang dirayakan oleh semua masyarakat keturunan Tionghoa di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Adapun di tahun 2025, Tahun Baru Imlek jatuh pada hari Kamis, 29 Januari.

Perayaan Imlek umumnya identik dengan beragam hiasan dan dekorasi yang didominasi oleh warna merah. Tahukah kamu mengapa demikian?

Warna merah dalam perayaan Imlek memiliki sejarah panjang dan makna yang mendalam bagi masyarakat China.

Menurut kepercayaan orang Tionghoa, semua warna memiliki hubungan erat dengan setiap elemen-elemen dasar yang ada di dunia, seperti halnya warna merah yang identik dengan elemen api.

Hubungan antara warna merah dengan elemen api erat kaitannya dengan sifat-sifat yang mendominasi, seperti keberanian, kesuksesan, kepemimpinan, kepekaan yang tinggi, dan rasa percaya diri.

Adapun warna merah juga kerap digunakan sebagai simbol kerajaan dan memiliki peran penting dalam ritual-ritual di berbagai dinasti Tiongkok.

Hal ini tak lepas dari kebiasaan para kaisar yang sering meminta saran dari peramal istana untuk memilih warna yang diyakini membawa kemakmuran dan energi positif bagi pemerintahan mereka.

Dan warna merahlah yang selalu dipilih sebagai warna utamanya.

Dalam perayaan Imlek,  warna merah menyampaikan pesan keberuntungan dan kemakmuran di tahun baru yang akan datang.

Merah menjadi lambang harapan agar segala kesedihan di tahun lalu dapat digantikan dengan kebahagiaan.

Selain pada perayaan Imlek, warna merah juga sering digunakan dalam berbagai perayaan lain, seperti hari raya dan pernikahan.

Baca Juga: Hibur Masyarakat Kediri Raya, Pertunjukan Barongsai Jelang Imlek Menjadi Simbol Melawan Roh Jahat

Penggunaan warna merah oleh masyarakat Tionghoa juga tak lepas dari legenda yang dipercaya.

Legenda itu bercerita tentang seekor binatang buas atau monster bernama Nian.

Nian digambarkan sebagai makhluk dengan tubuh setengah banteng dan kepala singa.

Konon, setiap malam Tahun Baru Imlek, Nian akan datang meneror desa-desa yang dilaluinya dengan memangsa para penduduk, hewan ternak, dan hasil panen.

Hingga masyarkat mengetahui, ternyata Nian memiliki ketakutan akan tiga hal, yaitu api, kebisingan, dan warna merah.

Menyadari hal ini, warga desa mulai menghiasi rumah mereka dengan dekorasi merah, seperti chunlian dan jianzhi (potongan kertas China).

Selain itu, warga desa juga mulai mengenakan pakaian berwarna merah dan menyalakan petasan untuk menakuti Nian.

Tradisi inipun terus dilakukan dan dipercaya hingga saat ini.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #perayaan tahun baru imlek #Tahun Baru Cina #tionghoa #Tahun Baru Imlek 2025 #warna merah di imlek #jawa pos