KEDIRI, JP Radar Kediri- Jelang Tahun Baru Imlek, Tim Barongsai dari Yayasan Tri Dharma Kelenteng Tjoe Hwie Kiong menggelar pertunjukkan.
Aksi tersebut digelar di lapangan Rondokuning, Desa/Kecamatan Gurah pada Minggu (26/1).
Bagi masyarakat Tionghoa, tradisi yang digelar sebelum tahun baru Imlek itu dimaknai sebagai pengusir monster atau roh jahat.
Di luar itu, pertunjukan tarian tradisional Tiongkok itu juga jadi simbol harapan di tahun yang baru.
Ketua Yayasan Tri Dharma Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Prayitno Sutikno mengatakan, ada peningkatan permintaan show barongsai di tahun ini. Beberapa pertunjukan mulai dilaksanakan pada 26 hingga 29 Januari nanti.
Baca Juga: Mengintip Persiapan Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Kota Kediri Menjelang Tahun Baru Imlek 2576
“Yang memberikan show dari masyarakat di beberapa tempat. Termasuk menyumbang upaya melestarikan budaya itu,” ujar Prayitno.
Selama ini, pertunjukan hanya ada di perayaan-perayaan penting seperti Imlek saja.
Pertunjukkan di tempat-tempat umum seperti lapangan maupun pusat perbelanjaan menurutnya akan menjadi angin segar bagi para pegiat kesenian dan budaya itu untuk bisa tetap tampil di luar hari raya Imlek.
“Kalau tidak ada yang mau menampilkan di tempat-tempat umum, pemain barongsai juga tidak ada motivasi untuk menampilkan yang terbaik,” terangnya.
Hingga saat ini, sudah ada sembilan lokasi pertunjukkan selama momentum Imlek. Lebih banyak dibanding tahun lalu yang hanya enam lokasi.
Baca Juga: Begini Persiapan Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Kota Kediri Menjelang Hari Raya Imlek
Pertunjukkan barongsai tidak hanya sebagai upaya memeriahkan acara pergantian tahun saja.
Melainkan juga memiliki dasar filosofi yang dekat dengan masyarakat Tionghoa.
“Dulunya itu dipercaya untuk mengusir monster. Jadi bisa diartikan mengusir roh-roh jahat,” bebernya.
Kini, pertunjukan itu sudah bertransformasi menjadi seni tradisi khas Tiongkok. Penikmat maupun pelakunya pun semakin beragam.
“Di sini (seniman barongsai, Red) macam-macam. Rata-rata anak usia pelajar,” tandas pria asal Kelurahan Balowerti itu.
Menurutnya barongsai tidak lagi hanya sebatas ritual. Melainkan juga cabang olahraga yang mulai diakui secara nasional.
“Barongsai masuk di KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia, Red). Sudah termasuk sport mulai tahun kemarin (2024, Red),” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah