Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

BPK Trowulan Serahkan Belasan Patung ke Disbudpar Kabupaten Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 18 Desember 2024 | 16:46 WIB

 

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - Setelah museum Sri Aji Joyoboyo nanti dibuka untuk umum, agaknya koleksi benda-benda bersejarah mereka akan memukau para pengunjung.

Terutama setelah 14 arca asal Kediri yang menyimpan jejak kebesaran Bumi Panjalu dikembalikan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur kemarin.

Untuk diketahui, belasan arca tersebut dulunya ditemukan di situs Tondowongso, Desa Gayam, Gurah. Salah satu arca yang langka karena hanya terdapat di Kediri adalah arca Dewa Siwa catur muka atau Dewa Siwa bermuka empat.

Selain patung yang bernilai sejarah tinggi itu, ada belasan arca lainnya. Yakni, dua arca Dewa Candra, satu arca Siwa Mahakala, Siwa Mahaguru.

Kemudian, Durga Mahesasuramardini, Ardanari, hingga kaki arca yang belum diketahui penokohannya, Ada pula kepala Siwa, yoni dan lingga, Dewa Surya, serta dua lembu nandi.

Kepala Disbudpar Kabupaten Kediri Adi Suwignyo mengatakan, kembalinya belasan arca yang ditemukan di Kabupaten Kediri itu merupakan momentum yang membahagiakan. Karenanya, mereka menyambutnya dengan digelar pentas wayang krucil dan tari-tarian.

 Baca Juga: Kelenteng Tjoe Hwie Kiong di Kediri Jadi Objek Penelitian Profesor Asal China

“Ini (pemulangan arca dari BPK di Trowulan, Red) sesuai instruksi Mas Bupati (Hanindhito Himawan Pramana, Red) bahwa museum ini salah satunya untuk mengembalikan warisan-warisan kita yang ada di berbagai daerah,” katanya.

Pemulangan arca-arca itu menurut Wignyo juga jadi langkah awal dalam membuka museum Sri Aji Joyoboyo.

Karenanya, dia mengaku masih akan terus berkomunikasi dengan beberapa pihak yang masih menyimpan arca milik Kabupaten Kediri. Yakni, agar mereka mau memulangkan kembali ke Kabupaten Kediri.

“Kami akan berupaya maksimal (untuk memulangkan patung, Red). Kita masih banyak arca, seperti di Jakarta misalnya,” terang Wignyo.

Untuk diketahui, pengajuan agar arca-arca itu dikembalikan ke Kabupaten Kediri membutuhkan waktu lama. Rupanya, arca-arca berharga itu baru dikembalikan setelah Pemkab Kediri memiliki museum yang representatif.

 “Ini (museum, Red) sudah ada bangunannya, tinggal hanya pagar-pagar sehingga nanti Insyaallah dalam waktu dekat kita akan poles. Lokasi ini menjadi museum yang lebih modern dan disukai oleh wisatawan,” paparnya.

 Baca Juga: Berawal Ikut Gadis Batik School Contest XII, Made Astidevi Widyasari Darsana Kini Jadi Putri Brawijaya 2024

Kabid Sejarah dan Purbakala Disbudpar Eko Priatno menambahkan, belasan arca itu merupakan temuan dari situs Tondowongso pada 2007 ndan 2009 silam.

Menurut Eko arca Siwa dengan empat wajah itu langka. Sebab, biasanya arca dengan empat wajah itu hanya terdapat pada Dewa Brahma saja.

“Karena itulah teman-teman juga peneliti memastikan bahwa itu bukan Brahma. Namun Siwa dengan wajah empat,” tuturnya. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kabupaten kediri #BPK #disbudpar #arca #trowulan #patung #jawa pos