KEDIRI, JP Radar Kediri- Ada yang berbeda dari rutinitas sembahyang tanggal 15 di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong, Jumat malam (15/11) lalu.
Rumah ibadah penganut Tri Dharma yang berusia 200 tahun itu kedatangan tamu dari Tiongkok. Yaitu rombongan dari kelenteng Xian Liang Gang, Kota Putian, Provinsi Fujian.
Menariknya, kelenteng tersebut adalah tempat kelahiran Mazu, atau juga dikenal dengan Makco. Saat kunjungan tersebut, rombongan dari Putian tersebut juga membawa replika patung Dewa Mazu tersebut.
“Mereka (rombongan dari Putian, Red) dalam perjalanan mengelilingi Indonesia. Khususnya mengunjungi kelenteng-kelenteng Tian Shang Sheng Mu, atau kelenteng Mazu di sebelas kota di Indonesia,” terang Ketua Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Prayitno.
Kelenteng Tjoe Hwie Kiong sendiri juga termasuk kelenteng Mazu. Selain itu, kelenteng sejenis juga tersebar mulai Cirebon, Semarang, Madiun, hingga Demak.
Rombongan yang dipimpin Madam Huang Xiu Qing itu tiba sekitar pukul 22.00.
Disambut antusias umat di kelenteng yang berdiri sejak abad ke-19 masehi itu. Yang sudah menunggu selama dua jam sebelum kedatangan.
“Karena banyak umat juga belum pernah ke sana, jadi berkah bagi kami untuk melakukan penghormatan ini,” ujar Prayitno.
Untuk diketahui, patung Mazu dengan tinggi 40-50 centimeter yang dibawa keliling Indonesia itu merupakan replika pertama Kimsin Mazu di Tiongkok. Terbuat dari bahan gold phoebe trees, sama dengan Kimsin Mazu yang asli dengan tinggi 6,6 meter.
Selain itu, dalam rombongan juga bergabung seorang profesor bernama Yang Wen Jun. Dia membawa misi menulis dan memublikasikan jurnal internasional tentang budaya Mazu perantauan. Khususnya yang berlokasi di Indonesia.
“Mereka juga ingin menulis artikel tentang kelenteng-kelenteng Makco. Termasuk di sini (Kelenteng Tjoe Hwie Kiong, Kota Kediri, Red),” sambungnya.
Kesempatan itu menurut Prayitno juga menjadi momentum kedua pihak untuk saling bertukar informasi.
“Karena kita juga perlu tahu budaya di sana juga. Apa yang harus dilaksanakan, seperti itu,” lanjutnya.
Dalam menyambut kedatangan rombongan dari Tiongkok, tak sedikit umat yang datang dari luar kota. Prayitno mengatakan, beberapa umat datang dari Surabaya.
“Banyak yang datang jauh-jauh untuk momen ini,” tandasnya menyebut tingginya antusiasme umat terhadap kunjungan tersebut.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah