KEDIRI, JP Radar Kediri- Cikar dikenal sebagai alat transportasi tradisional. Berbeda dengan dokar dan delman, cikar digerakkan oleh dua ekor sapi.
Kini, keberadaan transportasi yang populer setelah kemerdekaan itu semakin sulit ditemui. Terlebih di daerah-daerah perkotaan yang sudah didominasi alat transportasi modern.
Di Kabupaten Kediri, keberadaannya masih ada. Biasanya digunakan oleh masyarakat khususnya petani. Mereka menggunakan cikar untuk mengangkut hasil pertanian.
Pada Sabtu (7/9) lalu, Pemkab Kediri menggelar parade cikar. Kegiatan itu menjadi sebagai salah satu upaya melestarikannya. Para pengunjung parade cikar itu diajak bernostalgia ke masa lampau.
Baca Juga: Menarik Perhatian Warga, Ada Pohon Pisang Berbuah Telur Keliling Ngadiluwih
Parade itu diikuti puluhan cikar, mereka arak-arakan menempuh rute sejauh 2,2 kilometer. Rombongan cikar itu berkeliling mengitari monumen Simpang Lima Gumul (SLG). Pawai transportasi tradisional itu telah menyita perhatian masyarakat.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah