Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

BPK Jatim Akhiri Ekskavasi Candi Klotok, Kesimpulannya di Masa Kerajaan Kediri Menjadi Wanasrama

Ayu Ismawati • Sabtu, 31 Agustus 2024 | 16:24 WIB

  

BERAKHIR Tim Badan Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur sedang melakukan ekskavasi di kawasan Candi Klotok areal patirtan.
BERAKHIR Tim Badan Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur sedang melakukan ekskavasi di kawasan Candi Klotok areal patirtan.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Tim Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur segera menuntaskan ekskavasi tahap ke empat di Kota Kediri. Arkeolog BPK Jatim Nugroho Harjo Lukito memutuskan ekskavasi tahap 4 ini menjadi yang terakhir.

Kegiatan yang sudah dilaksanakan bertahap sejak 2017 menyebutkan jika peninggalan bersejarah Candi Klotok itu dari masa Kerajaan Kediri (Kadiri). Menurutnya yang belum tersingkap hanya sekitar 10 persen atau 15 persen saja.  

Selama tujuh tahun melakukan ekskavasi, tim BPK membuka banyak bangunan peninggalan di masa Kerajaan Kediri. Selain patirtan, kawasan candi yang berada di puncak bukit Klotok juga nyaris nampak semua. Hanya menyisakan satu paseban di Candi 1 yang belum berhasil ditemukan.

       Dari hasil ekskavasi itu, pria asal Kabupaten Blitar itu mengasumsikan kawasan Bukit Klotok tersebut merupakan sebuah wanasrama yang sangat luas. Atau, satu kesatuan kawasan suci tempat orang di masa lalu berkomunikasi dengan Yang Maha Kuasa.

Baca Juga: Temuan Baru, Badan Pelestarian Kebudayaan Jatim Sebut Tipe Patirtan di Candi Klotok Asimetris

       “Kenapa candinya di atas? Karena gunung juga dianggap tempat bersemayamnya roh leluhur,” bebernya.  Selanjutnya tinggal pelestarian secara berjenjang. Mulai dari ekskavasi diusulkan penetapan cagar budaya. Atau kalau mau melakukan pemugaran berarti harus dilakukan kajian uji kelayakan.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Pelestarian Kebudayaan #ekskavasi #candi #Patirtan #kerajaan kediri