JP Radar Kediri - Saat perayaan Tahun Baru Imlek, kita sering menjumpai banyak pernak-pernik khas yang dipajang. Salah satunya adalah lampion merah.
Lalu, apa sebenarnya apa makna pernak-pernik itu? Berikut penjelasannya yang diolah dari berbagai sumber.
1. Lampion Merah
Lampion merah melambangkan pengharapan. Dalam budaya Tiongkok warna merah juga melambangkan kemakmuran dan akan mengusir kesialan. Biasanya lampion ini akan dipasang selama 15 hari saat perayaan Imlek.
2. Angpao
Amplop merah berisi uang ini biasanya akan diberikan oleh orang tua kepada yang lebih muda atau yang belum menikah. Ini menjadi simbol penghormatan kepada orang tua atau leluhur, serta merupakan tanda kasih sayang kepada yang lebih muda. Biasanya nominal yang diberikan berjumlah genap dan menghindari bilangan empat. Dalam kepercayaan Tionghoa, empat diyakini memiliki makna kurang bagus.
3. Kuplet pintu
Kuplet yang biasa ditempel pada dua sisi pintu ini berupa kaligrafi karakter cina ‘Fu’ yang dipasang terbalik. Tulisan ‘Fu’ ini memiliki arti keberuntungan. Diharapkan dengan tulisan ini bisa membawa keberuntungan saat perayaan Imlek.
4. Pohon kumquat
Kumquat merupakan buah jeruk kecil berwarna oranye seukuran buah anggur besar. Dalam bahasa Mandarin, kumquat disebut jinju shu. Kata jin berarti emas. Sementara ju terkesan sebagai keberuntungan. Pohon kumquat menjadi lambang harapan akan kekayaan dan keberuntungan.
5. Petasan China
Petasan China biasanya berwarna merah atau emas. Etnis Tionghoa memulai perayaan Tahun Baru Imlek dengan ledakan petasan. Secara tradisional, petasan ini akan dinyalakan di depan rumah dan toko keluarga. Ledakan petasan dipercaya bisa mengusir hantu maupun roh jahat.
Editor : Anwar Bahar Basalamah