KEDIRI, JP Radar Kediri–Ratusan umat Hindu berkumpul di SKB Grogol dan SMP Grogol sejak Sabtu (11/11) hingga Minggu (12/11) kemarin. Mereka adu pemahaman dan pengetahuan kitab Weda dalam Utsawa Dharmagita tingkat provinsi.
Panitia Pelaksana Utsawa Darma Tingkat Provinsi Jatim Radi Sage mengatakan, lomba kali ini mengusung tema Literasi Sastra Suci Mewujudkan SDM Hindu yang Moderat dan Kompetitif. “Nanti pemenang lomba akan lanjut mengikuti Utsawa Dharmagita tingkat nasional,” kata Radi sembari menyebut lomba regional ini digelar tiga tahun sekali.
Sedikitnya ada 700 peserta dari 16 kabupaten/kota di Jatim yang mengikuti lomba. Mereka terdiri dari anak-anak, remaja, hingg dewasa. “Lomba ini juga bertujuan agar umat bisa mendalami kitab suci Weda. Sehingga sumber daya umat Hindu dalam mempelajari Weda ini dapat diemplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” lanjut Radi sembari mengatakan hal tersebut juga bisa meningkatkan bakti kepada Sang Hyang Widi.
Baca Juga: Keruk Sumber Air, Ada Situs Purbakala di Ngletih Pesantren Kota Kediri
Untuk diketahui, dalam Utsawa Dharmagita ada belasan perlombaan. Salah satunya, menyanyikan lagu kerohanian. “Kami peserta dari Sidoarjo,” terang Ni Ketut Indri Adhidyani, salah satu peserta lomba kerohanian.
Sesuai ketentuan lomba, gadis berusia 16 tahun ini tampil bersama empat temannya. Mereka membawakan lagu berjudul Gending Ketawang Ibu Pertiwi dan lagu ciptaan mereka berjudul Cahaya dalam Kegelapan. “Ini baru pertama kali ikut kegiatan seperti ini,” paparnya.
Sementara itu, selain di SKB Grogol, ada pula lomba yang digelar di SMPN 3 Grogol. Yaitu, lomba sloka anak-anak, remaja dan dewasa. Kakawin remaja atau dewasa, menghapal sloka remaja dan dewasa. Dharmawacana bahasa Indonesia anak-anak, remaja, dan dewasa. Dharmawacana bahasa Inggris remaja atau dewasa, serta debat.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah