Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Di Ponpes Kencong, Santri Lansia Tetap Ngaji walaupun Waktu Istirahat

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 12 April 2023 | 17:46 WIB
KHUSYUK: Para mbah-mbah yang menjadi santri kilat di Ponpes Kencong tenga mengaji di waktu luang. (Foto: Ayu Isma)
KHUSYUK: Para mbah-mbah yang menjadi santri kilat di Ponpes Kencong tenga mengaji di waktu luang. (Foto: Ayu Isma)
Ada yang khas di Ponpes Roudlotul Ulum Kencong selama Ramadan. Santri kilatnya adalah para lansia. Yang mencari berkah meskipun harus jauh dari anak cucu.

Serambi Masjid Sirojudin, yang berada di lingkungan Ponpes Roudlotul Ulum, diberi sekat-sekat tak permanen. Membentuk ‘kelas-kelas’ sebanyak tiga ruang. Di sisi luarnya tertutup papan berwarna hijau. Sedangkan yang area dalam serambi hanya berbatas kain warna putih.

Ruang itu untuk para santri kilat mengaji. Dibuat senyaman mungkin. Karena santri yang mengisinya juga berbeda. Para santri yang datang hanya selama Ramadan itu sudah uzur, sudah lanjut usia.

Siang itu, para santri lansia tersebut fokus melantunkan ayat suci Alquran. Tak terganggu meskipun deru kendaraan bermotor yan melintas di jalanan depan pondok terus terdengar.

Ya, meskipun berada di tepi jalan raya yang menghubungkan Pare dan Kandangan, aura tenang tetap terasa oleh para santri itu. Apalagi, fokus mereka memang hendak belajar dan memperdalam ilmu agama.

Ayem di sini, Mbak. Daripada di rumah malah banyak pekerjaan,” ujar Muninjar. Kakek yang sudah berusia 70 tahun ini datang dari Desa Krecek, Kecamatan Badas.

Sehari-hari, kegiatan para santri lansia tak jauh dari mengaji. Di waktu senggang pun, saat mereka seharusnya istirahat, tak sedikit yang masih tetap ngaji. Bagi mereka, Ramadan menjadi momentum untuk mengumpulkan ridha Allah sebanyak-banyaknya. Meskipun harus dibayar dengan jauh dari anak dan cucu untuk sementara waktu.

“Kadang kangen cucu. Tapi sering juga dijenguk. Bawa makanan juga. Jadi makan bareng di sini bareng sama teman-teman yang lain,” sambung Leginem, wanita 74 tahun yang rumahnya di Wates.

Pondok Ramadan lansia di pesantren yang lebih sering disebut dengan Ponpes Kencong ini sudah berlangsung sejak berpuluh-puluh tahun silam. Seperti sudah menjadi tradisi, ponpes yang berada di Kecamatan Kepung ini selalu menjadi tujuan para lansia untuk memupuk ilmu agama selama Ramadan. Meskipun, sejak pandemi jumlahnya sedikit berkurang.

“Animo santri luar biasa, meskipun geliatnya masih belum pulih seperti sebelum pandemi,” terang Muhammad Jamaaluddin, ketua pelaksana Program Pondok Ramadan di Ponpes Kencong.

Menurut Jamaal, sebelum wabah korona menerjang tanah air, lansia yang nyantri kilat bisa mencapai 600-an orang. Saat ini tak sampai separuh jumlah itu. Sekitar 250 lansia yang ikut program ini. Mereka tak hanya dari sekitar ponpes saja. Banyak juga yang dari luar kota hingga luar pulau.

“Ada yang dari Sumatera, Palembang, Palu, sampai Jambi. Cuma memang untuk jumlahnya tidak terlalu banyak seperti sebelum pandemi. Mungkin karena masih trauma atau faktor ekonomi, kurang tahu, ya,” tandas ustad yang dulu juga merupakan santri di Ponpes Kencong.

Mereka yang mencari ridha Allah di bulan suci ini secara rutin mengikuti pembelajaran selama 21 hari. Mulai dari 1 Ramadan hingga 21 Ramadan. Selain ngaji, para santri di sana juga secara rutin mendapat pembelajaran tentang tasawuf dan tarekat.

“Tarekat itu ilmu yang mempelajari seluk beluk hati. Istilahnya seperi kedokteran batin,” papar Jamaal.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #berita terkini #berita viral #berita terbaru #berita hari ini