Komisioner KPU Kabupaten Kediri Eka Wisnu Wardhana mengungkapkan, di wilayah kerjanya, ada tambahan sebanyak 25 TPS di lokasi khusus. Sebelum memutuskan untuk menambah TPS, Wisnu mengklaim telah mendata yang memiliki hak pilih di pesantren.
“Jumlah warga yang terdata ada sebanyak 6.308 pemilih,” ujar Wisnu kepada Jawa Pos Radar Kediri sembari menyebut merek tersebar di empat kecamatan. Mulai Kecamatan Mojo, Kecamatan Semen, Kecamatan Kepung, dan Kecamatan Kandangan.
Dari tiga kecamatan itu, paling banyak ada di Kecamatan Mojo sebanyak 17 TPS. Lokasinya ada di Ponpes Al Falah dengan 13 TPS. Kemudian jumlah pemilih mencapai 3.732 orang. Selanjutnya di Ponpes Queen Al Falah ada empat TPS, jumlah pemilihnya ada 975 orang.
Khusus di Kecamatan Semen dibagi menjadi dua TPS. Yakni, di Ponpes Murottilil Quran Klodran sebanyak 220 pemilih dan Pondok Pesantren Hidayatut Thullab satu TPS dengan jumlah pemilih ada 232 orang.
Kemudian, di Kecamatan Kandangan ada di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 5. Di sana ada tiga TPS dengan jumlah pemilih 665 orang. Terakhir Ponpes Darussalam Sumbersari di Desa Kencong, Kepung. Di sana ada tiga TPS dengan jumlah pemilih 714 orang.
Pria yang fokus di divisi perencanaan data dan informasi itu menuturkan, semua data pemilih sudah diserahkan ke KPU RI. “Dan semuanya disetujui,” jelasnya sembari menyebut dengan tambahan TPS tersebut kini di Kabupaten Kediri ada 4.820 TPS. Rinciannya, 25 TPS di lokasi khusus dan 4.795 TPS reguler.
Sementara itu, di Kota Kediri total ada sekitar 800 TPS reguler. Di luar itu total ada tambahan 44 TPS khusus di pesantren dan lapas. Komisioner KPU Kota Kediri Divisi Sosialisasi Mochamad Wahyudi mengungkapkan, 44 TPS tambahan itu diperuntukkan bagi pemilih khusus. Puluhan TPS itu akan menampung 12.597 pemilih dari pesantren dan lapas. “Nanti masih mungkin bertambah lagi (TPS khusus, Red),” kata Wahyudi.
Hal tersebut karena ada beberapa lembaga pendidikan boarding school yang belum terdata. Selain itu juga masih ada pondok pesantren yang perlu koordinasi lagi. “SMA Taruna dimungkinkan banyak pemilih pemula di sana. Masih kami data terus calon pemilih hingga penetapan data pemilih tetap (DPT) pada Juni nanti,” lanjutnya.
Untuk diketahui, dalam pemilu 2019 lalu di Kota Kediri total ada 947 TPS. Dengan disiapkannya 844 TPS di pemilu tahun depan, berarti ada penurunan lebih dari 100 TPS.
Terkait hal itu, Wahyudi menyebut penurunan jumlah TPS karena
kebijakan KPU pusat pada Februari lalu. Yakni tiap TPS bisa menampung hingga 300 pemilih. Sedangkan di pemilu 2019 silam hanya 230-250 pemilih.
Seperti diberitakan, sesuai daftar pemilih sementara (DPS) di Kota Kediri ada 232.459 pemilih. Jumlah tersebut masih dimungkinkan berubah. KPUD Kota Kediri akan terus melakukan validasi data hingga Juni nanti atau sebelum ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT).
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah