Pantauan koran ini, Niti Sowan Harinjing digelar mulai pukul 07.25. Kepala Disparbud Kabupaten Kediri Adi Suwignyo bersama tim Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK4) dan beberapa undangan melakukan doa bersama di lokasi Prasasti Harinjing. Acara diakhiri dengan penandatanganan papan Tetenger Harinjing oleh Adi Suwignyo.
Sekitar lima menit kemudian, rombongan bergeser ke sudetan Sungai Sirinjing untuk mengambil air di sana. “Air dari Sungai Serinjing ini akan digabung dengan air dari enam sumber atau mata air yang sudah diambil sebelumnya untuk penyucian,” kata Ketua DK4 Imam Mubarok.
Adalah Kepala Desa Siman, Kepung Subagiyo yang bertugas mengambil air menggunakan galah di sungai tersebut. Selanjutnya, air akan dibawa ke pendapa untuk disatukan dengan air dari enam sumber lainnya. Yakni, dari Sumber Ubalan di Plosoklaten, Sumber Beduk di Ngadiluwih; air dari makam Gus Miek. Kemudian, air dari Sumber Kembangan di Ngasem, Sumber Drajat di Badas, dan Sumber Tirta Kamandanu di Pagu.
Lebih jauh Barok menjelaskan, air dari tujuh sumber itu akan jadi sarana penyucian hari ini. Bupati Hanindhito Himawan Pramana dan sejumlah pejabat forkopimda yang mengikuti perayaan hari jadi hari ini, akan menyucikan tangan mereka menggunakan air tersebut.
Kepala Disparbud Kabupaten Kediri Adi Suwignyo menjelaskan, pengambilan air di Sungai Serinjing kemarin sengaja digelar agar masyarakat semakin mengenal situs Harinjing. “Sengaja kami kemas pengambilan air daru tujuh sumber dengan prosesi sederhana,” jelasnya sembari menyebut puncak resepsi Hari Jadi Kabupaten Kediri akan digelar hari ini.
Pantauan koran ini kemarin, ritual pengambilan air di Sungai Serinjing juga diwarnai pertunjukan tarian Harinjing. Warga yang tinggal di sekitar lokasi menyaksikan rangkaian ritual yang berlangsung sekitar 30 menit tersebut. (c2/ut)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah