Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Di Ponpes Al Falah Ploso, Santri Harus Dikarantina yang Naik Jenjang

Anwar Bahar Basalamah • Jumat, 24 Maret 2023 | 17:02 WIB
SERIUS: Para santri di pondok induk Al falah Ploso, Mojo ketika mengikuti pengajian pada Selasa (22/3) lalu. (Foto: Rekian)
SERIUS: Para santri di pondok induk Al falah Ploso, Mojo ketika mengikuti pengajian pada Selasa (22/3) lalu. (Foto: Rekian)
Usia pondok pensantren Al Falah Ploso lebih dari satu abad. Sudah banyak meluluskan santri. Bagi yang ingin naik tingkat, momentumnya hanya ada saat Ramadan.

Banyak santri yang memilih bertahan di pondok pesantren yang berada di Desa Ploso, Kecamatan Mojo itu meskipun masuk libur Ramadan. Mereka yang tidak pulang ke kampung halaman itu adalah para santri yang menjalani ujian untuk naik jenjang.

“Sebelum ujian, mereka harus setor hafalan,” terang Abdul Karim, kepala Sub-Pondok.

Agar belajarnya bisa maksimal, para santri itu menjalani karantina. Agar belajarnya lebih fokus. Mereka terlihat di sudut-sudut bangunan pondok induk. Para santri memilih menyendiri dan fokus pada kitab yang dipegangnya.

Mereka merapal ayat-ayat yang ada di kitab mungil seukuran dompet. Yang berisi tulisan Arab gundul. Sesekali mereka memejamkan mata sembari mulutnya terus komat-kamit melafalkan ayat-ayat yang dari kitab mungil tersebut. Tidak ada perbincangan di antara mereka. Semua fokus menghafal.

Karim menyebutkan, kenaikan jenjang itu biasanya dari mereka yang belajar imrithi-kitab nahwu tingkat dasar-naik ke alfiyah. Syarat naik jenjang harus menyetor 1.002 bait. Bila belum hafal maka santri tak akan bisa naik jenjang.

Para santri biasanya sudah mencicil hafalan itu sebelum puasa. Setiap santri punya cara sendiri untuk menghafal kitab tersebut. Ada yang terbiasa menghafal setelah subuh. Ada pula yang memanfaatkan selepas salat duhur.

“Kalau saya dulu lebih suka menghafal ba’da duhur,” kata Karim kepada Jawa Pos Radar Kediri. Dia bahkan mempersiapkan hafalannya sebelum puasa. Dia baru bisa menyelesaikan hafalan selama tiga bulan.

Tujuan dari setor hafalan ini adalah untuk mempermudah ketika para santri akan melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. Setelah hafal, para santri akan mendapat materi untuk memahami isi dari kitab. “Jadi hafalan ini adalah bekal bagi santri yang naik jenjang,” bebernya.

Sementara, para santri yang tinggal di pondok untuk ikut karantina itu juga wajib ikut pengajian dengan masyaikh. Mereka juga harus ikut pengajian hidayatul hidayah dan ta’limul muta’alim yang digelar selama Ramadan.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #berita viral #berita hari ini #tradisi pondok #berita terkin