Di depan ribuan masyarakat yang rela berdesak-desakan di luar pagar, para pemain barongan unjuk kebolehan dalam memainkan barongan yang dipanggulnya. Tak hanya adu keren barongan, para pemain juga adu kreasi kostum yang membuat para penonton antusias.
Rizqy, 19, warga asal Banyakan mengaku sengaja datang lebih awal di SLG agar bisa menyaksikan parade Seribu Barong. “Bentuk barongnya banyak dan bagus-bagus,” katanya sembari melihat aksi pemain barongan yang ternyata bukan hanya warga Kediri. Melainkan banyak yang datang dari Jakarta hingga Riau, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Sumatera Utara.
Bupati Hanindhito Himawan Pramana yang kemarin membuka parade Seribu Barong mengaku akan menghadirkan sepuluh ribu barong di ulang tahun Kabupaten Kediri tahun depan. “Seribu barong hari ini (kemarin, Red) baru pemanasan,” tuturnya.
Jika warga Kabupaten Kediri mau tertib menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, Dhito mengaku akan menghadirkan 10 ribu pemain barong di HUT Kabupaten Kediri selanjutnya. “Jika ternyata sampah masih berserakan setelah acara, saya akan membatalkan rencana penampilan sepuluh ribu barong di Kabupaten Kediri,” tandasnya.
Sebaliknya, jika masyarakat dan pedagang di SLG bisa tertib, Pemkab Kediri akan menutup kawasan SLG untuk menggelar acara yang lebih meriah lagi. Melihat antusiasme pemain barongan dari luar Kediri, pria yang tengah menunggu kelahiran anak keduanya itu juga memberi apresiasi.
“Enggak mantep dan matang kalau belum tampil di Kediri,” puji Dhito.
Untuk diketahui, parade Seribu Barong kemarin dibuka dengan tarian pecut Samandiman dari Kota Kediri. Selanjutnya diikuti tarian burung enggang dari Bontang Kalimantan Timur.
Setelah dua penampilan tersebut, para penari barong berjajar menjadi lima barisan memanjang hingga 300 meter. Mulai dari depan kantor Bank Daerah hingga depan kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri. Ketua Panitia Parade Seribu Barong Adi Suwignyo menjelaskan, para pemain barongan yang berpartisipasi di acara kemarin lebih dari seribu orang.
“Peserta yang mendaftar 2.400 orang,” jelas Wignyo sembari menyebut meski pendaftaran telah ditutup tetap banyak pemain barongan yang ingin ikut berpartisipasi. Panitia pun memutuskan untuk tetap menampung mereka.
Sementara itu, pentas Seribu Barong sempat tercoreng aksi oknum parkir yang mematok tarif tinggi di area SLG. Sepeda motor yang biasanya dikenakan tarif antara Rp 2.000 hingga Rp 5.000, kemarin dimintai Rp 10 ribu. “Ya kaget tadi parkirnya segitu (Rp 10 ribu, Red),” keluh Mariani, 37.
Meski harus membayar mahal, perempuan asal Kandat itu mengaku tidak bisa berbuat banyak. Sebab, dua anaknya mengaku sangat ingin menyaksikan parade barong. Hal serupa diungkapkan oleh Yohana Megawati, 36. Dia juga mengaku keberatan diminta membayar Rp 10 ribu. Meski demikian dia hanya bisa pasrah. “Ya mahal, tapi mau nggak mau,” tutur wanita asal Gampengrejo yang tidak bisa berbuat banyak karena anaknya berkeras ingin ke SLG.
Sayang, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri Djoko Suwono belum bisa dikonfirmasi tentang tarif parkir yang meroket di SLG. Beberapa kali dihubungi melalui ponselnya, tidak diangkat.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah