Mengurai Problem Pasar Tradisional di Kota Kediri (1) : Value Penting, Karakteristik Jadi Daya Tarik

Hilda Nurmala Risani • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 21:40 WIB
RUMUSKAN SOLUSI: Direktur Utama Perumda Pasar Joyoboyo Djauhari Luthfi memberikan pernyataan dalam diskusi di kantor Jawa Pos Radar Kediri pada Jumat (9/10) lalu. (Wahyu Adji/JPRK)
RUMUSKAN SOLUSI: Direktur Utama Perumda Pasar Joyoboyo Djauhari Luthfi memberikan pernyataan dalam diskusi di kantor Jawa Pos Radar Kediri pada Jumat (9/10) lalu. (Wahyu Adji/JPRK)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri - Pasar tradisional adalah urat nadi perekonomian rakyat. Namun, selalu terbelit persoalan nan kompleks. Ada banyak kepentingan yang kerap bermuara pada konflik, baik antar-pedagang maupun dengan pengelola. Diskusi yang digelar Jawa Pos Radar Kediri, Jumat (9/10) mencoba mencari jalan keluar yang saling menguntungkan. 

Mencari solusi. Itulah tujuan utama diskusi yang menghadirkan para stake-holder pasar tradisional. Mulai pemerintah-dalam hal ini Pemkot Kediri-, pengelola pasar, pedagang, hingga pengamat sosial-ekonomi. Hasilnya, beberapa permasalahan mulai terurai satu per satu.

Beberapa poin pun bisa menjadi atensi. Terutama bagi pedagang sebagai subjek sekaligus objek dalam ekosistem ekonomi di pasar tradisional.

Baca Juga: Polemik Pasar Tradisional yang Tak Kunjung Selesai

Itu kaitannya dengan kondisi perekonomian yang sedang tidak baik-baik saja. Pedagang menyoal kondisi pasar yang semakin sepi pengunjung. Berdampak pada pendapatan yang diperoleh.

"Memang kami melihat dan mengetahui secara global ekonomi semua sedang menurun. Kami pun juga selalu memantau kegiatan ekonomi di pasar," ujar Direktur Utama Perumda Pasar Joyoboyo Djauhari Luthfi ditanya soal kondisi beberapa waktu terakhir ini.

Menurut Luthfi, pihaknya sangat memahami kondisi pedagang sekarang ini. Pasar sebagai tempat bertemunya pembeli dan pedagang menjadi faktor penentu geliat ekonomi di masyarakat.

Baca Juga: Komisi B DPRD Kota Kediri Sidak Pasar Tradisional, Soroti Soal Retribusi hingga Biaya Sewa

Menurutnya, geliat ekonomi di pasar-pasar Kota Kediri justru menunjukkan tren peningkatan. Hal itu terlihat dari ramainya kendaraan yang parkir di area pasar. Namun memang kondisi setiap pedagang berbeda-beda. Bergantung pada kemampuan berinovasi untuk menarik pembeli.

“Kemampuan berinovasi menarik pembeli, itu yang penting,” tegas Luthfi.

Hingga saat ini pasar juga masih punya peran penting. Menjadi tempat bagi masyarakat berbelanja kebutuhan. Artinya, peluang untuk meninggikan kunjungan sangat terbuka lebar.

Baca Juga: Ratusan Pedagang Pasar Tradisional di Kota Kediri Turun ke Jalan, Ini Tuntutannya!

“Saya melihat pasar tradisional ini masih menjadi tumpuan ekonomi. Masyarakat masih membutuhkan pasar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dan pedagang dituntut untuk memiliki ‘value’. Istilahnya jika tidak beli di situ tidak ada yang lain,” terang pria yang juga pernah menjadi peneliti Bappenas itu.

Sementara itu, pengamat ekonomi Dr Ema Nurzainul Hakimah menilai keberadaan pasar tradisional bukan hanya sebagai pusat transaksi ekonomi. Juga memiliki nilai budaya. Budaya inilah yang nilainya luar biasa dan memberi kontribusi besar bagi pemerintah daerah.

Pasar punya peran strategis yang tidak bisa digantikan. Sumbangsih pasar terhadap pendapatan dan perputaran ekonomi daerah sangat signifikan.

Baca Juga: Mengurai Problem Operasional Pasar Tradisional di Kota Kediri, Ini Fakta Yang Wajib Kamu Tahu!

Perempuan yang akrab disapa Ema itu menyebut jika setiap pasar memiliki perilaku dan karakteristik yang tidak sama. Perbedaan inilah yang justru menjadi kekuatan dan identitas masing-masing pasar yang perlu terus digali dan dikembangkan.

Dengan mengoptimalkan karakteristik unik tersebut, pasar tidak hanya menjadi tempat jual beli, tetapi juga destinasi yang mampu menarik lebih banyak pengunjung dan memperkuat ekonomi lokal.

"Setiap pasar juga memiliki perilaku tidak sama. Ini yang menjadi karakteristik dan perlu untuk dikembangkan menjadi daya tarik pengunjung," pungkasnya.

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
polemik pasar Perumda Pasar Joyoboyo pasar setonobetek pasar pahing kota kediri