Workshop Jurnalistik MTsN 2 Kediri Interaktif, Libatkan Guru untuk Tingkatkan Kualitas Siaran Pers d

Endro Purwito • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 13:04 WIB
MTSN 2 Kediri
MTSN 2 Kediri

KABUPATEN, JP Radar Kediri— Pelatihan jurnalistik di MTsN 2 Kediri tidak hanya membekali murid dengan keterampilan fotografi dan videografi. Namun, kegiatan edukatif itu juga diikuti staf pengajar madrasah di Jalan Raya Kanigoro-Krandang, Kecamatan Kras tersebut. 

 

Para guru bahasa beserta tim hubungan masyarakat (humas) MTsN 2 Kediri tersebut menyerap materi public relation. Ini menyangkut bagaimana madrasah mengelola komunikasinya dengan masyarakat. Membangun hubungan sekaligus menyampaikan informasi publik secara tepat melalui siaran pers dan pengelolaan konten media resmi madrasah.

 

Baca Juga: Siswa MTsN 2 Kediri Tingkatkan Kapasitas, Tambah Keterampilan Fotografi dan Videografi

 

Pematerinya Direktur Jawa Pos Radar Kediri (JPRK) Dr Kurniawan Muhammad. Sebelumnya, rangkaian workshop jurnalistik terpadu itu dibuka sekitar pukul 09.00 di meeting room lantai dua madrasah. Acara dipandu Waka Humas MTsN 2 Kediri Kholid Tuhaika M.Pd dan Waka Kesiswaan Achmad Syamsul Arifin. “Di era digitalisasi dan globalisasi ini teknologi informasi sangat penting. Ini tidak terlepas dari bidang jurnalistik,” terang Arif –sapaan karib Achmad Syamsul Arifin– mewakili Kepala MTsN 2 Kediri Agus Gunawan.

 

Dalam sambutannya, ia mengungkapkan, mengadakan pelatihan jurnalistik bersama Radar Kediri untuk meningkatkan kapasitas civitas akademika di madrasahnya. Tak hanya keterampilan namun juga memperluas wawasan serta pengetahuan tentang media massa serta kinerja pelaku pers. “Dengan narasumber langsung dari Radar Kediri materinya lebih mudah dipahami,” ujar Arif

 

Setelah acara dibuka, Direktur JPRK Kurniawan Muhammad memaparkan materinya. Di antaranya ia mengupas tentang bagaimana mengelola media madrasah. Memilih menu konten yang tidak membosankan hingga memandu menulis siaran pers. “Sekolah adalah pabrik berita. Banyak kegiatan atau kejadian yang bisa dibikin konten yang seru dan menarik,” jelasnya.

 

Baca Juga: Antusias Praktik Rekam Video dan Motret, Siswa MTsN 2 Kediri Asah Keterampilan Fotografi–Videografi

 

Workshop berlangsung interaktif. Pemaparan narasumber menarik perhatian guru-guru pendamping yang hadir. Beberapa lantas mengajukan pertanyaan ketika dibuka sesi tanya jawab.

 

Di antaranya menyoal perilaku oknum yang mengatasnamakan wartawan. Mereka sering datang ke madrasah, namun kinerjanya tidak sesuai kode etik jurnalistik. Ada pula yang menanyakan tentang munculnya fenomena buzzer. Pertanyaan ini dijelaskan secara lugas oleh pemateri. Acara berakhir sekitar pukul 11.00 dengan foto bersama.(p2/ndr) 

Editor : Shinta Nurma Ababil
MTSN 2 KEDIRI pelatihan videografi Pelatihan Fotografi