KOTA, JP Radar Kediri– Semangat siswa program layanan unggulan MTsN 2 Kota Kediri yang mengikuti School Journalist Trip (SJT) JP Radar Kediri tak luntur.
Meski Senin lalu (21/4) seharian praktik reportase hingga malam, kemarin (22/4), ratusan pelajar kelas VII tersebut tak lelah mengikuti outbound di lapangan Sport Art Centre Ngronggo, Kota Tahu.
Semua tantangan permainan dalam aktivitas di luar ruangan itu diikuti penuh antusias. Acara dipandu Munif Toha Mahsuni, trainer outbound Kediri. Permainan telah dimulai sejak pukul 06.00.
Di antara game yang diikuti para peserta adalah treasure island (pulau harta karun), water tower (menara air), water transfer, dan terpal rolling sheeting game.
“Semua kegiatan outbound ini berfokus pada karakter strategis, pengembangan diri dan tim. Di sini akan muncul leadership, teamwork, sinergi, spontanitas dan kreativitas,” terang pria yang karib disapa Munif ini.
Seperti water transfer misalnya. Permainan ini mengandalkan kerja sama dan kekompakan tim.
Munif membagi peserta SJT Radar Kediri menjadi delapan kelompok. Satu kelompok terdiri sekitar 15 siswa.
Setiap siswa harus memasang wadah gelas plastik di keningnya. Wadah itu diikat tali yang melingkar di kepala.
“Permainannya adalah memindahkan air melalui wadah di kening setiap anak. Namun tak boleh memakai tangan,” jelas Munif.
Tiap kelompok mesti adu cepat menuangkan air dari wadah tersebut ke timba oranye. Jaraknya sekitar 5 meter dengan waktu 3menit.
Timba paling penuh air adalah juaranya. “Agar air tak tumpah, satu anggota tim harus merendah.
Sehingga satu mengisi air, satu menadahi. Filosofinya, ada saat memberi, ada saat menerima. Saling melengkapi. Ada kerendahan hati untuk berbagi dalam game ini,” ulasnya.
Sebelumnya, peserta SJT juga bermain air dalam game water tower (menara air). Permainan ini mengharuskan anggota kelompok mengangkat wadah air atau ember agar tak tumpah.
Tantangannya, mengangkatnya tak boleh pakai tangan. Namun harus dijaga dengan kaki sebagai tiang menara.
“Jadi masing-masing kaki harus bersinergi dengan yang lain. Game ini memberi pelajaran bahwa menyelesaikan pekerjaan harus tuntas,” imbuhnya.
Permainan paling seru adalah terpal rolling sheeting game. Ilustrasi game ini seperti roda tank. Sebanyak 10 atau 11 anggota kelompok harus berjalan berbaris dalam selubung terpal selebar sekitar 80 sentimeter. Panjangnya sekitar 5 meter.
Saat adu cepat ke finis sepanjang 25 meter, kaki anggota tim harus menginjak terpal. Karena ingin yang tercepat, kaki mereka kerap keluar terpal. Bahkan tersandung dengan kaki teman di depannya.
“Sampai ada yang terjatuh. Tapi tak apa, kami tetap semangat,” ujar Affan Rabbana Maulidana, peserta SJT Radar Kediri, dari kelas VII-D MTsN 2 Kota Kediri.
Dia mengaku, senang dengan kegiatan outbound kemarin. Menurutnya, aktivitas di luar ruangan itu seru dan menantang.
Dalam kegiatan tersebut, pelajar ini merasa bisa melatih kepemimpinan, menjalin chemistry, dan kekompakan.
“Meski belum juara, yang terpenting kelompok kami telah berupaya yang terbaik,” ungkap remaja asal Jongbiru, Gampengrejo ini.
Fathan Adelio Wibowo, siswa kelas VII-A Madtsanda, mengungkapkan hal senada. Siswa ini menilai, kegiatan SJT mulai praktik reportase, achievement motivation, hingga outbound sangat bermanfaat. Banyak materi edukatif dan literasi yang bisa ia serap.
Di antaranya tentang iklim dan cuaca saat meliput di Stasiun Meteorologi Kelas III Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dhoho Kediri.
Selain itu, wawasannya tentang bank, mata uang rupiah, serta inflasi pun bertambah. “Sambutan dari narasumber di BI (Bank Indonesia) Kediri juga baik. Ada kuis dan hadiah,” katanya.
Begitu pula, Daro Danuarta, dari kelas VII-B Madtsanda. Dia merasa mendapat banyak pengetahuan dan pengalaman dalam program sehari perjalanan jadi jurnalis tersebut. Ketika ikut outbound pun ia dan teman-temannya termotivasi untuk belajar dan berbuat lebih baik.
Munif menambahkan, untuk berprestasi tidak selalu harus berkompetisi. Tetapi bisa kolaborasi. Seperti kerja sama dalam tim atau kelompok.
Tak harus berisi orang yang luar biasa. Namun, cukup dengan orang-orang yang bersungguh-sungguh. “Mereka bisa bekerja sama, bisa survive,” ujarnya.
Menjadi juara, lanjut Munif, bukan tentang nomor satu, dua, atau tiga. Sebab, pemenangnya adalah yang bersungguh-sungguh. “Mereka selalu berusaha mempersembahkan yang terbaik,” tuturnya.
Kegiatan outbound kemarin berakhir sekitar pukul 09.15. Kepala Program Layanan Unggulan MTsN 2 Kota Kediri Sultan Agung mengucapkan terima kasih kepada JP Radar Kediri, BMKG Dhoho Kediri, serta BI Kediri.
Ia berharap, para peserta SJT dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dari program tersebut. “Semoga semua jadi anak yang sukses, tidak hanya berbakti kepada orang tua dan madrasah. Tetapi juga pada nusa bangsa dan bermanfaat bagi sesama,” tuturnya.
Sebelum para peserta SJT kembali ke rumah masing-masing. Panitia SJT Radar Kediri membagikan apresiasi kepada pembuat karya jurnalistik terbaik.
Penilaiannya pada karya tulis berita dan fotografi. Selain itu, juga dibagikan hadiah doorprize.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira