JP Radar Kediri - Kediri Fashion Batik Festival (KFBF) 2025 kembali hadir Selasa (11/11) depan. Tentu akan lebih meriah dan semarak dibanding gelaran sebelumnya.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, acara akan digelar di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG), bersamaan dengan launching Sistem Informasi Manajemen (SIM) PKK Kabupaten dan Kota Se-Jawa Timur. Tak hanya itu, de Sebab, tahun ini, akan ada tambahan acara yang menarik. Yaitu launching sistem informasi manajemen (SIM) PKK Kabupaten atau Kota Se-Jawa Timur serta pelantikan pengurus Dekranasda Kabupaten Kediri 2025-2029.
“Tahun ini akan disaksikan langsung Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Dekranasda Jawa Timur,” jelas Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih.
Tak hanya itu, dalam acara KFBF ini juga diramaikan dengan 16 peserta Kediri Craft Exhibition dan 6 peserta pameran UMKM.
Untuk diketahui, KFBF 2025 kembali diselenggarakan di convention hall Simpang Lima Gumul (SLG). Dengan tema KFBF Trinayana Kadhiri. Memilih makna tiga pasang mata yang menatap jagad Kadhiri dengan tiga makna kehidupan.
Nantinya acara ini juga akan disaksikan oleh Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin Elestianto Dardak. “Ya, nanti juga akan disaksikan oleh ketua TP PKK Jawa Timur,” imbuhnya.
Sedikitnya ada 12 kreator atau desainer batik yang dilibatkan. Mereka akan menunjukkan karya wastra terbaiknya. Produk batik ini bisa dipakai oleh setiap generasi di setiap waktu. Terhitung ada 11 kreator fashion yang dilibatkan untuk menyulap wastra menjadi produk pakaian yang bisa dikenakan semua generasi.
Kain batik tersebut akan diubah menjadi empat mode fashion. Mulai dari sarimbit resepsi, sarimbit birthday, sarimbit hari raya, dan sarimbit holiday.
Seperti yang diberitakan, KFBF tahun ini mengusung konsep batik sarimbit untuk keluarga. Yakni, fashion yang identik dengan motif, warna, dan bahan yang serasi dan selaras. Biasanya dikenakan oleh pasangan atau anggota keluarga secara bersama-sama.
“Konsep besar KFBF 2025 adalah mengangkat batik memasuki ranah industri fashion. Kalau tahun-tahun sebelumnya lebih mengangkat karakter-karakter batiknya. Kali ini mengangkat batik dalam konteks fashion hingga ke ranah fashion global,” ujar Embran Nawawi, art director.
Baca Juga: Kediri Fashion Batik Festival (KFBF) 2024 Bakal Menilai Penonton, 10 Terbaik Dapat Hadiah
Menurutnya, KFBF ingin menyentuh target pasar yang paling luas, yaitu sarimbit. Batik bisa dikenakan oleh ibu, ayah, serta anak laki-laki dan perempuan. Totalnya pada panggung KFBF 2025 akan menghadirkan 44 koleksi pakaian dari belasan kreator. (*)
Editor : Mahfud