Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Misteri Candi Tegowangi

Redaksi Radar Kediri • Rabu, 22 Oktober 2025 | 13:00 WIB

 

Foto candi Tegowangi diambil dari sisi timur.
Foto candi Tegowangi diambil dari sisi timur.

Candi Tegowangi terletak di desa Tegowangi Kec. Plemahan Kab. Kediri merupakan peninggalan dari kerajaan Majapahit sebagai pendermaan seorang Raja yang benama ‘’Bree Matahun’’ yang meninggal pada tahun 1388 M. Pada waktu tersebut banyak mengalami kritis politik atau perang saudara sehingga candi Tegowangi tidak selesai dibangun, menyisakan hanya 4 meter baru kakinya saja, tubuh dan atapnya belum terselesaikan.

Walau belum selesai dibangun sudah mempunyai beberapa kelebihan terutama pada dinding candi yaitu cerita Sundamala itu cerita ruatan betari Durga ‘’kembali menjadi Dewi’’,candi Tegowangi terlihat belum selesai. Disekitar candi banyak terdapat pohon Sono, pohon Sono sebagai tanda keberadaan candi Tegowangi ditandai dengan pohon Sonokeling  (Dalbergia latifola) dalam bahasa Jawa diartikan sebagai ‘’pengiling iling’’ dan berbagai macam vegetasi yang tumbuh disekitar pelataran candi,seperti tumbuhan Maja Berenuk yang dalam Bahasa latinnya (Crescentia Cujete L.) pohon Mahoni dan pohon Randu.

Relief yang berada di candi Tegowangi ini sebagai penunjuk arah yaitu dengan cara membacanya dengan cara prasawiya, berlawanan dengan arah jarum jam.Selain itu struktur candi Tegowangi terbuat dari batuan andesit. Batuan andesit yaitu batuan beku vulkanik ekstrusif berwarna abu-abu hingga hitam dengan kandungan silika menengah (53-63%). Perbedaan utama batu bata Majapahit dengan batu bata modern terletak pada ukuran, bahan baku, dan Teknik pembuatan.

Batu bata jaman Majapahit berbentuk segi empat berukuran lebih besar dan dibuat secara tradisional dari tanah liat pilihan dengan teknik khusus, sementara batu bata modern ukurannya lebih standar  berbentuk persegi Panjang dan produksinya lebih cepat dengan campuran bahan tambahan.

Dimensi struktur candi Tegowangi berukuran lebar (L) 11.20 M, Panjang (P) 15.25M  dan tingginya (T) 4.29M. Sedangkan bentuk desain candi Tegowangi  sebenarnya bisa dilihat di bagian relief sisi timur struktur candi tersebut.  Disitu terdapat  relief bermotif sebuah candi. konon informasi dari narasumber adalah sebuah desain asli candi Tegowangi yang terdiri  bagian kaki candi, tubuh dan atap candi.

Perbedaan candi yang berciri khas Majapahit yang biasanya dengan khasnya memakai batu bata dicandi Tegowangi memakai batu bata andesit sebagai bahannya dikarenakan diwilayah Pembangunan candi tersebut atau dilingkungan kediri lebih banyak terdapat batu andesit sebab itu Pembangunan candi Tegowangi  memakai bahan dari batu andesit.

Akses jalan dari simpang lima gumul ambil arah Pare (JL. Erlangga) ikuti jalan hingga monument Garuda Pancasila, lalu belok kiri sejauh 2,9 km. Candi ini berjarak 1,5 km dari SDN Tegowangi. Lokasi cukup strategis dan berada tidak jauh dari kampung Inggris. Banyak pengunjung lokal dan berbagai luar daerah, yang sering berkunjung kesana kususnya dari daerah Pare yaitu para pelajar kampung Inggris ada juga dari sekolah - sekolah mulai dari Tingkat Dasar hingga Mahasiswa.

Di sekitaran Pare dan luar Pare. Sering mengadakan berbagai macam kegiatan entah itu kegiatan yang berhubungan dengan pendidikan maupun penelitian. Mereka memilih Lokasi tersebut karena selain melakukan kegiatan sekolah juga melakukan pengenalan sejarah-sejarah candi Tegowangi, banyak yang berkunjung di situ bahkan remaja-remaja Gen-z  yang berkunjung ke candi Tegowangi tidak hanya ingin melihat situs sejarah, tapi juga ingin merasakan atmosfer spiritual yang kuat ditempat tersebut.

Candi Tegowangi menjadi latar belakang foto estetik bagi Gen-z  yang haus akan fomo atau juga konten visual,mengubah destinasi bersejarah ini menjadi panggung digital yang relevan di  masa media sosial. Melalui kunjungan ke candi Tegowangi Gen-z  tidak hanya menikmati keindahan arsitektur kuno, tetapi juga turut serta dalam melestarikan warisan budaya dengan menjadikannya bagian dari narasi hidup mereka. Candi Tegowangi membuktikan diri sebagai destinasi edukasi yang diminati Gen-z   , yang terbukti ramai dikunjungi terutama saat liburan,  menunjukkan adanya kebutuhan akan pengalaman wisata yang bermakna. (Hiqmah Alifatun Ni’mah)

Editor : Andhika Attar Anindita
#Candi Tegowangi #misteri